OPINI: MUHAMMAD TAKBIR ADHA PEMUDA KABUPATEN MUNA

Polemik terkait kondisi ruang operasi RSUD dr. L. M. Baharuddin tidak boleh dipandang remeh. Ini bukan sekadar perdebatan antara tenaga medis dan manajemen, tetapi menyangkut keselamatan ribuan masyarakat yang menggantungkan nyawanya pada fasilitas kesehatan daerah. Karena itu, setiap kritik yang muncul justru harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk bergerak cepat—bukan sibuk memberikan bantahan, ujar Muhammad Takbir Adha, atau yang kerap disapa Takbir.

Sebagai pemuda Kabupaten Muna, saya menilai bahwa pemerintah daerah berkewajiban melakukan evaluasi total terhadap seluruh aspek layanan RSUD: mulai dari ketersediaan alat kesehatan, kelayakan fungsi ruang operasi, sistem sterilisasi, hingga pola koordinasi yang selama ini berjalan. RSUD adalah institusi vital; setiap kekurangan sekecil apa pun berpotensi menjadi risiko besar bagi keselamatan pasien.

Perbedaan pernyataan antara dokter dan pihak manajemen tidak seharusnya menjadi konflik terbuka. Yang dibutuhkan saat ini adalah transparansi, audit terbuka, dan perbaikan sistem. Publik berhak mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan kesehatan yang mereka terima, dan pemerintah wajib memastikan bahwa standar operasional benar-benar dijalankan tanpa kompromi.

Takbir menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk membenahi RSUD secara menyeluruh. Masyarakat Muna berharap rumah sakit daerah tidak hanya sekadar beroperasi, tetapi memberikan pelayanan yang aman, modern, dan profesional. Kepercayaan publik tidak boleh dipertaruhkan hanya karena miskomunikasi atau lemahnya pengawasan.

Kesehatan adalah sektor strategis yang menyangkut masa depan daerah. Karena itu, langkah yang paling bijak saat ini adalah menghadapi kritik dengan kepala dingin, memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, dan memastikan bahwa RSUD berdiri sebagai institusi yang benar-benar melindungi masyarakat, bukan menimbulkan kekhawatiran baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *