KENDARI,KABENGGA.ID. – Kekalahan menyakitkan dari Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026 langsung memakan korban. Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah gagal membawa Selecao da Quinas melangkah lebih jauh di turnamen paling bergengsi di dunia itu.
Keputusan tersebut diumumkan Martinez tak lama setelah Portugal tersingkir akibat gol dramatis Mikel Merino yang memastikan kemenangan 1-0 untuk Spanyol. Hasil itu sekaligus mengakhiri perjalanan Portugal yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Martinez memilih mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut. Pengunduran dirinya pun telah dikonfirmasi oleh Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) melalui pernyataan resmi.
“Memang benar, ini adalah pertandingan terakhir saya bersama Timnas Portugal,” kata Martinez.
Federasi menyatakan telah menerima keputusan sang pelatih dan akan segera memproses pengakhiran kerja sama kedua belah pihak.
Kepergian Martinez menandai berakhirnya perjalanan yang diwarnai berbagai pencapaian. Selama menukangi Portugal, pelatih asal Spanyol itu memimpin tim dalam 45 pertandingan, sebuah catatan yang disebutnya sebagai rekor terbaik dalam sejarah tim nasional Portugal.
Dalam pesan perpisahannya, Martinez menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Portugal yang telah memberikan dukungan penuh sejak dirinya dipercaya menangani Cristiano Ronaldo dan kolega.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Portugal. Ini adalah periode yang luar biasa dalam hidup saya. Semangat, energi, dan dukungan dari para suporter akan selalu saya kenang seumur hidup,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghormatan kepada seluruh pemain yang dinilainya memiliki kualitas luar biasa serta komitmen tinggi untuk membangun kekompakan tim.
Menurut Martinez, memiliki pemain bertalenta bukanlah tantangan terbesar di level tim nasional. Yang jauh lebih sulit adalah membentuk sebuah tim yang solid dan mampu berjuang bersama dalam setiap pertandingan.
Meski harus mengakhiri masa jabatannya dengan kegagalan di Piala Dunia 2026, Martinez mengaku tetap bangga atas berbagai pencapaian yang berhasil diraih, termasuk membawa Portugal menjuarai UEFA Nations League dan mencatat sejumlah rekor sepanjang kepemimpinannya.
Kini, Federasi Sepak Bola Portugal dihadapkan pada tugas besar mencari sosok pelatih baru yang mampu mengembalikan ambisi Selecao da Quinas untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia, sekaligus membuka babak baru bagi generasi emas Portugal pasca-kegagalan di Piala Dunia 2026.(redaksi).
