BUTON SELATAN,KABENGGA.ID. – Rapat di DPRD Buton Selatan berubah tegang setelah persoalan krisis listrik di Kecamatan Siompu kembali mencuat ke permukaan. Kekecewaan terhadap lambannya respons Pemerintah Kabupaten Buton Selatan meledak dalam forum resmi dewan pada Rabu (1/7/2026).
Sorotan tajam datang dari anggota DPRD Buton Selatan, H. Pomili Womal, S.Pd.SD. dari Partai Demokrat. Di hadapan peserta rapat, ia meluapkan kritik keras terhadap pemerintah daerah yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret untuk mengakhiri persoalan listrik yang telah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat Siompu.
Menurutnya, persoalan listrik tidak lagi sekadar menyangkut kebutuhan dasar, tetapi telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi warga terganggu, proses belajar mengajar ikut terdampak, pelayanan publik tidak berjalan optimal, hingga berbagai sektor produktif mengalami hambatan akibat pasokan listrik yang belum stabil.
Dalam forum tersebut, DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten Buton Selatan segera mengambil langkah nyata dan terukur, termasuk memperkuat koordinasi dengan pihak terkait agar persoalan kelistrikan di Kecamatan Siompu tidak terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
Desakan itu mencerminkan meningkatnya tekanan politik terhadap pemerintah daerah. Pasalnya, hingga kini masyarakat masih menghadapi persoalan yang sama, sementara harapan akan hadirnya layanan listrik yang andal terus menggantung tanpa kepastian.
Bagi warga Siompu, listrik bukan sekadar fasilitas penunjang, melainkan kebutuhan vital yang menentukan roda perekonomian, kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas pemerintahan. Karena itu, DPRD menilai pemerintah daerah tidak boleh lagi hanya berhenti pada sebatas wacana, melainkan harus menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah yang akan diambil Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Desakan dari lembaga legislatif menjadi sinyal bahwa penyelesaian krisis listrik di Siompu telah memasuki fase yang menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji.(redaksi).
