KENDARI,KABENGGA.ID. – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat strategi percepatan penurunan angka stunting dengan mengedepankan pendekatan berbasis data riil di tingkat rukun tetangga (RT), optimalisasi peran Posyandu, serta pelaksanaan intervensi serentak terhadap ibu hamil dan balita yang dijadwalkan mulai berlangsung pada Juli 2026.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Kendari Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, melainkan ancaman jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah di masa depan.

“Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tetapi juga gangguan perkembangan kognitif yang berpotensi memengaruhi produktivitas dan kemampuan mereka bersaing di masa mendatang. Karena itu, penurunan stunting harus menjadi prioritas bersama yang dituntaskan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Menurut Amir Hasan, proses penilaian kinerja yang dilakukan tahun ini menjadi momentum strategis untuk mengukur efektivitas berbagai program percepatan penurunan stunting yang telah dijalankan. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus menyusun langkah intervensi yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Ia menekankan bahwa keberhasilan menekan angka stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Penanganannya membutuhkan sinergi lintas sektor yang mencakup pendidikan, sanitasi lingkungan, penyediaan akses air bersih, ketahanan pangan keluarga, hingga peningkatan kualitas pola asuh anak di rumah tangga.

“Stunting merupakan persoalan multidimensi. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, maupun masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria Mahmud, mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini tidak hanya berfokus pada penanganan anak yang sudah mengalami stunting, tetapi juga upaya pencegahan agar tidak muncul kasus-kasus baru.

Karena itu, Pemerintah Kota Kendari akan memperkuat langkah deteksi dini dan pendampingan terhadap kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Intervensi yang dilakukan akan berbasis data lapangan yang diperoleh hingga tingkat RT sehingga setiap kasus dapat dipetakan dan ditangani secara lebih cepat dan tepat.

Melalui penguatan peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, Pemkot Kendari optimistis target penurunan stunting dapat dicapai secara berkelanjutan, sekaligus memastikan lahirnya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *