KENDARI — Pemerintah Kota Kendari mulai mempercepat penanganan bangkai kapal di kawasan Teluk Kendari. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, memimpin langsung apel persiapan pembersihan bangkai kapal yang digelar di kawasan Papalimba, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya penataan Teluk Kendari yang dinilai terganggu oleh keberadaan bangkai kapal, baik dari sisi estetika maupun kelestarian ekosistem perairan. Selain itu, pembersihan ini juga dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari ke-195 serta mendukung pelaksanaan Forum Wali Kota se-Asia Pasifik UCLG (ASPAC).
Dalam arahannya, Amir Hasan menegaskan bahwa pembersihan bangkai kapal merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola kawasan Teluk Kendari secara berkelanjutan. Menurutnya, bangkai kapal tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan perairan.
Ia juga menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja selama proses pembersihan berlangsung. Seluruh petugas diminta untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta menggunakan perlengkapan keselamatan guna menghindari risiko kecelakaan di lapangan.
“Keselamatan petugas harus menjadi prioritas. Seluruh proses pembersihan harus dilakukan sesuai SOP agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi yang sebelumnya telah dilaksanakan Pemerintah Kota Kendari bersama instansi terkait. Langkah tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan serta mendukung aktivitas masyarakat di sekitar Teluk Kendari.
“Teluk Kendari memiliki peran strategis sebagai ikon kota sekaligus kawasan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kebersihan dan kelestariannya harus dijaga secara berkelanjutan melalui penataan dan pengawasan yang konsisten,” tambah Amir Hasan.
Melalui apel persiapan ini, Pemerintah Kota Kendari berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja secara maksimal dan bersinergi, sehingga proses pembersihan bangkai kapal dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Kendari.**
