Kendari – Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), melepas ekspor perdana sebanyak 63 ton komoditas ubur-ubur (Rhopilema spp) senilai Rp302,4 juta menuju Shanghai, China.

Bupati Bombana Burhanuddin saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa ekspor perdana tersebut merupakan hasil perikanan yang berasal dari perairan Kelurahan Dongkala, Kecamatan Kabaena Timur, yang terlaksana berkat kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Bombana dengan PT Triko Bina Nusantara.

Ia menilai pelepasan ekspor ini menjadi tonggak sejarah baru dalam optimalisasi pemanfaatan potensi sektor kelautan dan perikanan di wilayah pesisir Bombana.

“Hari ini merupakan tonggak sejarah baru bagi perekonomian Kabupaten Bombana, khususnya di sektor kelautan dan perikanan,” kata Burhanuddin.

Menurut dia, wilayah pesisir Bombana menyimpan kekayaan hasil laut yang sangat melimpah. Potensi besar tersebut perlu terus digarap dan dikembangkan secara optimal agar mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi perekonomian daerah.
Burhanuddin menegaskan bahwa aktivitas ekspor ini tidak sekadar berfokus pada volume perdagangan belaka, melainkan dirancang untuk memberikan dampak sosial-ekonomi langsung kepada masyarakat lokal.

“Langkah ini tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi yang terpenting adalah membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan lokal di Bombana,” ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk agar mampu bersaing ketat di pasar internasional. Pemenuhan standar mutu, prosedur karantina ikan, serta higienitas penanganan produk menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan pembeli dari mancanegara.
Ia berharap ekspor perdana ubur-ubur ini tidak menjadi kegiatan sekali jalan, melainkan menjadi pembuka bagi kerja sama perdagangan yang berkelanjutan dan berskala lebih besar pada masa mendatang.

“Saya berharap momentum pelepasan ekspor perdana ini menjadi pemantik awal. Ini bukan akhir, melainkan awal dari hubungan dagang yang berkelanjutan,” ujar Burhanuddin.

Guna menjaga keberlanjutan pasokan ekspor, Pemkab Bombana menginstruksikan Dinas Perikanan beserta instansi terkait untuk terus memberikan pembinaan secara intensif kepada para nelayan lokal. Pembinaan tersebut mencakup edukasi teknik penangkapan yang ramah lingkungan guna menjaga kelestarian ekosistem laut serta menjaga ketersediaan produksi ubur-ubur secara stabil.

Burhanuddin menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana juga menegaskan komitmennya dalam memberikan kemudahan investasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui regulasi yang pro-bisnis.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan nelayan diharapkan mampu mendorong lebih banyak komoditas unggulan Bombana untuk menembus pasar internasional,” katanya (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *