Muh. Akbar, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, resmi dinobatkan sebagai wisudawan terbaik periode Juli–Oktober 2025 pada prosesi wisuda yang digelar Selasa, 11 November 2025.

Mahasiswa Jurusan Manajemen angkatan 2021 itu menuntaskan studinya tepat waktu dalam empat tahun dengan raihan IPK 3,98, sebuah pencapaian yang mengukuhkan dedikasinya sejak awal kuliah.

Berusia 21 tahun, Akbar berasal dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana: sang ayah, Nasiruddin, bekerja sebagai tukang bengkel, sementara ibunya, Sarima, berdagang di pasar di Teluk Bintuni, Papua Barat. Justru dari kesederhanaan itulah tekad Akbar ditempa.

“Motivasi utama saya adalah ingin mengangkat derajat dan ekonomi keluarga. Karena itu saya selalu berusaha memberikan yang terbaik,” ungkapnya saat ditemui awak media, Kamis (13/11).

Sejak semester pertama, Akbar menempuh pendidikan dengan beasiswa ETOS ID Dompet Dhuafa, setelah sebelumnya tidak sempat mendaftar KIP Kuliah. Beasiswa itulah yang membukakan pintu bagi perjalanan akademiknya.

Tak hanya unggul secara akademik, Akbar dikenal aktif dan haus pengalaman. Ia mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 3 di Institut Teknologi Bandung, terlibat dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), hingga menjadi peserta Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Perjalanan magang itu pun berbuah manis. Bahkan sebelum diwisuda, Akbar sudah mendapatkan tawaran bekerja sebagai staf Human Resource Development (HRD) di perusahaan tersebut. Ia menyelesaikan skripsinya sambil bekerja, lalu kembali ke Kendari saat cuti untuk menuntaskan ujian akhir.

Aktivitasnya makin lengkap dengan keterlibatan dalam berbagai kompetisi ilmiah dan debat. Salah satu pencapaiannya adalah Juara 2 Nasional Social Project Competition yang digelar di Jakarta dan Bogor.

Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana manajemen, Akbar siap melangkah ke babak baru dalam kariernya di bidang sumber daya manusia di kawasan industri Morowali. Dari ruang kuliah hingga dunia profesional, jejak langkahnya menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat lahir dari kesederhanaan—dan tumbuh melalui ketekunan.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *