KENDARI — KABENGGA.ID ll Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan Program Revitalisasi dan Pembangunan Sekolah Tahun Anggaran 2025 di Sulawesi Tenggara (Sultra), yang dipusatkan di SMAN 7 Kendari, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sabtu (10/1/2026).

Dalam program berskala nasional tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp122 miliar untuk merenovasi 81 sekolah serta membangun dua unit SMA baru di wilayah Sultra sebagai bagian dari upaya pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan.

Dua sekolah menengah atas baru yang diresmikan masing-masing adalah SMAN 2 Siompu di Kabupaten Buton Selatan dan SMAN 7 Pasarwajo di Kabupaten Buton.

Abdul Mu’ti menegaskan seluruh proyek revitalisasi sekolah yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 telah diselesaikan sepenuhnya dan dilaksanakan sesuai perencanaan awal.

“Seluruh program revitalisasi sekolah di Sulawesi Tenggara yang dibiayai APBN tahun 2025 telah selesai 100 persen dan berjalan sesuai rencana,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjadikan SMAN 7 Kendari sebagai contoh konkret dampak program tersebut. Di sekolah ini, pemerintah melakukan renovasi terhadap 11 ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA, ruang OSIS, serta membangun empat unit toilet baru, dengan total anggaran mencapai Rp2,04 miliar.

Menurut Abdul Mu’ti, pembenahan sarana dan prasarana pendidikan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah, sekaligus memastikan proses belajar mengajar berlangsung dalam lingkungan yang layak, aman, dan mendukung pengembangan potensi peserta didik.

Selain revitalisasi fisik, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi pendidikan di Sultra. Ia mengungkapkan, distribusi Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 95 persen.

Untuk menjawab tantangan di daerah dengan keterbatasan infrastruktur, pemerintah menyiapkan solusi inovatif berupa layanan internet berbasis satelit Starlink bagi sekolah yang belum terjangkau jaringan internet, serta pemasangan panel surya bagi satuan pendidikan yang belum teraliri listrik.

Langkah tersebut, kata Abdul Mu’ti, merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, termasuk bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil dan kepulauan.(redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *