KENDARI,KABENGGA.ID. – Timnas Inggris memang memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Norwegia 2-1 lewat babak perpanjangan waktu, Minggu (12/7/2026) WIB. Namun, kemenangan dramatis itu sama sekali tidak membuat pelatih Thomas Tuchel merasa puas.

Alih-alih merayakan keberhasilan The Three Lions menembus empat besar, pelatih asal Jerman tersebut justru melontarkan kritik pedas terhadap penampilan anak asuhnya. Menurut Tuchel, Inggris tampil jauh di bawah standar, terlalu ceroboh, kerap melakukan kesalahan, bahkan diuntungkan keberuntungan untuk bisa lolos.

Inggris dipaksa bekerja keras setelah sempat tertinggal lebih dahulu. Dua gol Jude Bellingham akhirnya membalikkan keadaan dan mengantar timnya mengamankan tiket semifinal.

Meski menang, jalannya pertandingan memperlihatkan Inggris berada di bawah tekanan. Norwegia tampil dominan pada babak kedua, bahkan sempat mencetak gol yang kemudian dianulir karena pelanggaran Erling Haaland. Kristoffer Ajer juga nyaris membawa Norwegia unggul andaikan sepakannya tidak membentur mistar gawang.

Melihat performa timnya, Tuchel mengaku tidak bisa menutupi rasa kecewanya.

“Hari ini kami benar-benar membuat segalanya menjadi sangat sulit untuk diri kami sendiri. Hasilnya memang fantastis karena kami berhasil lolos ke empat besar, tetapi saya tidak senang dengan performa kami,” ujar Tuchel kepada ITV Sport, seperti dikutip Sky Sports.

Mantan pelatih Chelsea itu menilai persoalan utama Inggris bukan soal mental bertanding, melainkan kualitas permainan yang belum memenuhi ekspektasi.

“Dalam segala aspek. Komitmen para pemain memang luar biasa, tetapi cara kami bermain membuat semuanya menjadi sulit. Kami ceroboh, banyak melakukan kesalahan taktis, tempo permainan kurang cepat, dan kami kurang konsisten. Hari ini kami juga sedikit beruntung,” tegasnya.

Tuchel menekankan bahwa Inggris tidak boleh terlena hanya karena berhasil melangkah ke semifinal. Ia meminta timnya segera berbenah jika ingin menjaga asa meraih gelar juara dunia.

“Kami harus menjadi lebih baik dan memang harus begitu. Sekarang waktunya merayakan kemenangan ini, tetapi setelah itu kami harus meningkatkan performa,” katanya.

Sementara itu, kapten Inggris Harry Kane memahami sikap kritis sang pelatih. Menurutnya, Tuchel tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemain di ruang ganti, tetapi juga mengingatkan bahwa performa tim masih bisa ditingkatkan.

“Pelatih memberi selamat kepada kami dan meminta kami menikmati kemenangan ini. Namun, saya rasa ada bagian dari dirinya yang tahu kami masih bisa bermain lebih baik. Menurut saya itu hal yang positif. Kalau kami sudah berada di semifinal Piala Dunia tetapi masih bisa meningkatkan performa, berarti itu menjadi modal yang sangat bagus,” ujar Kane.

Striker Bayern Muenchen tersebut optimistis Inggris akan tampil lebih meyakinkan pada semifinal apabila mampu mengendalikan permainan dan lebih efektif saat menguasai bola.

“Sebagai tim kami sudah memiliki fondasi yang penting. Jika kami bisa lebih baik lagi saat menguasai bola, saya yakin dua pertandingan berikutnya akan berjalan dengan baik,” pungkasnya. Judul ini juga bisa dibuat lebih provokatif, misalnya: “Lolos ke Semifinal, Thomas Tuchel Malah ‘Semprot’ Inggris: Kami Ceroboh dan Beruntung!” atau “Inggris Menang, Tuchel Tetap Murka: Performa Kami Jauh dari Memuaskan.”(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *