MUNA,KABENGGA.ID. – Kabupaten Muna bersiap menorehkan babak baru dalam sejarah peradaban dunia. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi mengumumkan rencana penetapan kawasan Gua Liangkobori sebagai Cagar Budaya Nasional, sekaligus mendorong Gua Metanduno untuk diusulkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Pengumuman tersebut disampaikan saat Menteri Kebudayaan bersama Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, membuka Festival Liangkobori IV Tahun 2026 di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sabtu (11/7/2026).

Langkah strategis itu merupakan tindak lanjut atas temuan ilmiah yang menggemparkan dunia arkeologi. Lukisan cadas di Liang Metanduno diperkirakan berusia setidaknya 67.800 tahun, menjadikannya salah satu bukti paling awal ekspresi seni manusia yang pernah ditemukan.

“Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah bagi Muna, Indonesia, dan ilmu pengetahuan dunia dengan ditemukannya lukisan cadas di Liang Metanduno yang berusia setidaknya 67.800 tahun,” ujar Fadli Zon.

Ia menjelaskan, hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Griffith University, dengan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan, telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada 22 Januari 2026. Penemuan tersebut kemudian diverifikasi Guinness World Records pada 26 Mei 2026 sebagai lukisan seni nonfiguratif tertua di dunia.

Menurut Fadli Zon, apabila proses penetapan selesai, pengelolaan dan pengembangan Gua Metanduno sebagai situs prasejarah akan menjadi tanggung jawab penuh Kementerian Kebudayaan.

Namun, ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan tidak boleh mengorbankan nilai autentik situs. Pemerintah, kata dia, akan berpegang pada tiga prinsip utama, yakni Protection-First dengan mengutamakan perlindungan sebelum promosi, Science-Led melalui kebijakan berbasis riset dan konservasi, serta Community-Based yang menempatkan masyarakat sebagai penjaga utama warisan budaya sekaligus pelaku ekonomi budaya.

Selain itu, pemerintah juga akan memperketat langkah mitigasi terhadap potensi kerusakan situs akibat perubahan iklim maupun aktivitas manusia melalui pengaturan kunjungan yang lebih terkendali.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyambut baik komitmen Pemerintah Pusat dalam memperkuat pelestarian warisan budaya Sulawesi Tenggara. Menurutnya, momentum ini menjadi peluang besar untuk mengangkat Muna sebagai salah satu pusat peradaban dunia yang diakui secara internasional.

“Warisan budaya ini merupakan aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Pelestariannya membutuhkan sinergi pemerintah, akademisi, pelaku budaya, media, komunitas, dan seluruh masyarakat agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan,” kata Andi Sumangerukka.

Ia menegaskan, Festival Liangkobori bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan simbol penghormatan terhadap jejak leluhur sekaligus instrumen penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, lanjutnya, berharap kawasan Liangkobori dan Metanduno berkembang menjadi destinasi wisata budaya kelas dunia yang mampu menarik perhatian peneliti, akademisi, dan wisatawan mancanegara.

Karena itu, dukungan pemerintah pusat dinilai sangat penting, mulai dari penelitian arkeologi berkelanjutan, konservasi situs, pengembangan infrastruktur pendukung, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar masyarakat dapat menjadi bagian utama dalam pengelolaan warisan budaya tersebut.

Pembukaan Festival Liangkobori IV turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Ketua DPRD Sultra, jajaran Forkopimda Sultra, Penjabat Sekretaris Daerah Sultra, Bupati dan Wakil Bupati Muna, pimpinan OPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta tokoh masyarakat dan masyarakat Kabupaten Muna.Versi ini menonjolkan nilai berita sejak paragraf pembuka, menggunakan alur yang lebih kuat, serta mempertahankan gaya jurnalistik yang layak untuk media nasional.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *