JAKARTA,KABENGGA.ID. — Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan. Aksi tersebut menuai kecaman keras dari Komisi III DPR RI yang mendesak aparat segera memburu dan menangkap para pelaku.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut penyerangan terhadap warga sipil dan pelayan publik sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

“Tindakan penyerangan bersenjata terhadap warga sipil dan pelayan publik ini merupakan kejahatan biadab yang sama sekali tidak dapat ditoleransi,” kata Habiburokhman.

Komisi III, lanjut dia, mendukung langkah TNI dan Polri untuk bertindak cepat, tegas, dan terukur sesuai koridor hukum. Ia meminta aparat tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mengusut rangkaian aksi tersebut hingga tuntas.

“Aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas peristiwa ini, memburu para pelaku hingga ke akarnya, dan menyeret mereka ke hadapan peradilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Habiburokhman juga meminta pengamanan di wilayah rawan diperkuat. Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan kekerasan bersenjata menghambat aktivitas masyarakat maupun pelayanan pemerintahan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni turut mengecam penembakan tersebut. Ia mendesak kepolisian bergerak cepat mengungkap dan menangkap pihak yang bertanggung jawab serta memprosesnya sesuai hukum.

“Ini tentunya tindakan yang biadab dan saya sangat mengutuk tindakan teror ini. Kami di Komisi III mendesak agar jajaran kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku dan menghukum mereka seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sahroni.

Sahroni juga meminta aparat menelusuri asal-usul senjata yang digunakan. Menurut dia, pengungkapan jaringan pemasok penting dilakukan untuk memutus rantai kekerasan bersenjata dan mencegah aksi serupa kembali terjadi.

Penembakan terjadi di jalanan Distrik Muliama, Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT. Saat itu, rombongan 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan rombongan tersebut tiba-tiba diserang ketika dalam perjalanan. Tiga pegawai terkena tembakan dan meninggal dunia, yakni WB (24), AR (49), dan AAM (35).

“Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga,” kata Faizal.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (10/9). Dari hasil penyelidikan awal, aparat telah mengantongi ciri-ciri sejumlah orang yang diduga terlibat. Mereka diperkirakan berjumlah delapan orang.

Aparat kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku. Pengusutan juga diharapkan dapat membuka asal-usul senjata yang digunakan dalam serangan tersebut serta kemungkinan adanya pihak lain yang membantu aksi bersenjata itu.(**).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *