BOMBANA ,KABEaNGGA.ID — Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu lahir dari program-program besar. Di Kelurahan Taubonto, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, 13 mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) memilih hadir melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Selama sebulan, sejak 3 Agustus hingga 3 September 2026, mahasiswa KKA Posko 27 menjalankan rangkaian program yang mencakup pemberdayaan ekonomi, pertanian, lingkungan, pendidikan, kesehatan hingga penguatan informasi wilayah.
Beragam kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar untuk memenuhi target program kerja. Lebih jauh, mahasiswa berupaya membangun partisipasi masyarakat sekaligus meninggalkan manfaat yang dapat diteruskan setelah masa pengabdian berakhir.
Taubonto yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan perkebunan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan program yang selaras dengan potensi lokal.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah sosialisasi digital payment bagi pelaku UMKM. Mahasiswa memperkenalkan pembayaran digital sebagai alternatif transaksi yang praktis dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi. Mahasiswa juga melakukan observasi serta pendampingan terhadap pelaku UMKM yang akan difasilitasi pembuatan QRIS untuk mendukung aktivitas transaksi usaha mereka.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil beradaptasi dengan perubahan pola transaksi sekaligus membuka akses terhadap sistem pembayaran yang lebih praktis dan modern.
Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan
Pengabdian Posko 27 juga menyentuh persoalan kebersihan dan lingkungan. Mahasiswa bersama masyarakat menggelar kerja bakti di sejumlah fasilitas publik, mulai dari lapangan voli, masjid, Rumah Adat Moronene, posyandu, taman kelurahan, kantor kelurahan hingga Kantor Camat Rarowatu.
Kegiatan itu tidak hanya menjadi agenda bersih-bersih. Di balik aktivitas tersebut, terselip upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang digunakan bersama.
Pesan mengenai kepedulian lingkungan kemudian diperkuat melalui pembuatan papan edukasi sampah. Media tersebut dirancang sebagai sarana sederhana untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.
Menghidupkan Lahan Lewat Agromonopolitan
Potensi pertanian menjadi bagian lain yang mendapat perhatian. Melalui program Agromonopolitan, mahasiswa bersama masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam sejumlah tanaman pangan, di antaranya bayam, kangkung dan cabai.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 itu dimulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman bibit secara bersama-sama.
Program tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas atau melalui forum sosialisasi. Turun langsung ke lahan menjadi cara mahasiswa mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan potensi yang telah dimiliki masyarakat.
Pendidikan, Kesehatan, dan Literasi Finansial
Di bidang pendidikan, mahasiswa KKA Posko 27 memberikan edukasi mengenai penggunaan gadget secara bijak kepada siswa SMPN 06 Rarowatu.
Para siswa diajak memahami bahwa perangkat digital tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara positif untuk mendukung proses belajar. Edukasi tersebut sekaligus menjadi upaya menanamkan kesadaran mengenai penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Sementara di SMAN 11 Bombana, mahasiswa bersama pihak puskesmas menggelar sosialisasi pencegahan penyakit tuberkulosis (TBC). Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai TBC, cara pencegahan serta pentingnya menjaga kesehatan.
Literasi finansial juga menjadi perhatian. Melalui sosialisasi gemar menabung di SDN 02 Taubonto, mahasiswa mengenalkan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak usia dini.
Tidak sekadar memberikan materi, para siswa juga diajak membuat tempat menabung dari bahan bekas yang masih dapat dimanfaatkan. Pendekatan tersebut membuat edukasi finansial sekaligus bersinggungan dengan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dari Administrasi hingga Batas Wilayah
Kontribusi mahasiswa juga menyasar aspek administrasi dan informasi wilayah.
Posko 27 membantu pembentukan dan penataan struktur organisasi Kelurahan Taubonto. Struktur yang telah disusun kemudian dicetak dan dipasang dalam bentuk bingkai sebagai media informasi di lingkungan kantor kelurahan.
Mahasiswa juga membuat papan batas dusun untuk membantu memperjelas informasi mengenai batas wilayah kepada masyarakat.
Bagi mahasiswa, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi proses pembelajaran yang tidak kalah penting dari aktivitas akademik di kampus. Mereka dituntut mampu berkomunikasi, beradaptasi, bekerja sama dan membaca kebutuhan masyarakat sebelum menerjemahkannya ke dalam program kerja.
Salah satu mahasiswa Posko 27, Nela Aswari, menilai pengalaman KKA memberikan pelajaran bahwa keberhasilan sebuah program tidak semata-mata diukur dari selesainya kegiatan.
“Bagi kami, KKA bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, tetapi tentang bagaimana ilmu dan kemampuan yang kami miliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami belajar bahwa sebuah program akan memiliki nilai lebih ketika masyarakat ikut terlibat dan mampu melanjutkannya setelah mahasiswa kembali ke kampus.”
Harapan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan KKA Posko 27. Program yang telah dijalankan diharapkan tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya masa pengabdian mahasiswa.
Pemerintah kelurahan dan masyarakat diharapkan dapat menjaga serta memanfaatkan hasil program yang telah dibangun. Sementara edukasi mengenai pembayaran digital, lingkungan, kesehatan, penggunaan gadget secara bijak hingga kebiasaan menabung diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, kehadiran KKA Posko 27 di Taubonto bukan sekadar meninggalkan dokumentasi kegiatan. Ada pengetahuan yang dibagikan, lahan yang dihidupkan, lingkungan yang dirawat, pelaku usaha yang didorong beradaptasi dengan teknologi, serta generasi muda yang diperkenalkan pada kebiasaan positif.
KKA boleh berakhir, tetapi semangat kolaborasi dan manfaat yang ditanamkan diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Taubonto.
Anggota KKA Posko 27 UMK
Kegiatan KKA Posko 27 dilaksanakan oleh:
- Muh. Fadillah Akbar — NIM 22219035
- Ilham — NIM 22352011
- Aisya Safa Aisyawa — NIM 22351005
- Nela Aswari — NIM 22351012
- Wahyu Munawir — NIM 22352015
- Muh. Rifal Mufli Daera — NIM 22352016
- Adriawan Saputra — NIM 22217052
- Muh. Sahril — NIM 22313022
- Wikarya Wulansari — NIM 22341013
- Elma Rani Pratiwi — NIM 22351026
- Suningsi — NIM 22351049
- Elsa Nur Farah Risra — NIM 22313050
- Ananda Putri Aisyah — NIM 22331005
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Nisrina Hamid, S.P., M.P., CMA selaku Dosen Pembimbing Lapangan, dengan dukungan pemerintah dan masyarakat Kelurahan Taubonto.(**).
