Kendari — Kabengga.id ll Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari menggelar Dialog Kebangsaan dan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V pada Jumat, 7 November 2025, di Aula Hotel Srikandi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi GMNI Kendari dalam memperkuat kolaborasi, memperbarui kepemimpinan, serta memastikan proses regenerasi berjalan maksimal dan berkesinambungan.

Dengan mengusung tema “Akselerasi Transformasi Leadership GMNI Kendari, Marhaenis Memenangkan Zaman”, konfercab ini menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Tema tersebut juga menyoroti arah pembangunan Sulawesi Tenggara yang berbasis pada kekuatan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) — dua aspek yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi daerah, namun juga sumber ketimpangan sosial.

Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya, dalam sambutannya menyebut kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat arah gerakan dan mengevaluasi kinerja organisasi. Ia menegaskan bahwa GMNI Kendari siap berkontribusi bagi pembangunan nasional dan daerah.

“Konsolidasi internal dan penguatan kapasitas kader menjadi kunci menghadapi isu-isu strategis bangsa,” tegas Rasmin.

Ia juga menyinggung pentingnya mengembalikan semangat perjuangan Marhaenisme. Menurutnya, tanah, air, dan kekayaan alam sejatinya milik rakyat, namun realitas hari ini menunjukkan sebaliknya. Kekayaan tersebut sering kali hanya dikuasai oleh segelintir orang, sementara masyarakat lokal menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Rasmin menambahkan, selama sepuluh tahun perjalanannya, GMNI Kendari telah tumbuh menjadi organisasi yang matang berkat dukungan para senior dan alumni.

“Kami berterima kasih kepada para senior dan alumni yang telah mewakafkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk organisasi ini. Kami hanya melanjutkan perjuangan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, konfercab bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan ruang refleksi dan introspeksi bagi seluruh kader.

“Konfercab bukan hanya memilih ketua baru, tetapi memperbarui semangat dan memperjelas arah perjuangan. Ini ruang untuk berpikir ulang sejauh mana kita telah menghidupi nilai-nilai Marhaenisme,” tambahnya.

Rasmin berharap, melalui forum ini lahir pemimpin berintegritas, inovatif, dan konsisten menjaga kemurnian perjuangan organisasi.

“Kita butuh pemimpin yang tidak hanya melanjutkan estafet perjuangan, tetapi juga mampu menghadirkan terobosan baru. GMNI harus menjadi pelopor perubahan sosial, bukan sekadar simbol masa lalu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kaderisasi yang berkesinambungan sebagai fondasi utama keberlanjutan organisasi. Dengan kader yang solid dan sadar ideologi, GMNI diharapkan dapat terus relevan dan berdaya dalam memenangkan zaman.

Sementara itu, Ketua Umum DPP GMNI, M. Risyad Fahlevi, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menekankan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan publik.

“Peran kritis GMNI sangat dibutuhkan di tengah dinamika politik dan sosial nasional,” kata Risyad.

Kehadiran Ketua Umum DPP GMNI menjadi penanda pentingnya konsolidasi organisasi secara nasional. Selain memperkuat silaturahmi antar generasi, momen ini juga memperbarui komitmen perjuangan agar GMNI tetap berpihak pada rakyat dan berjuang untuk keadilan sosial.

“Kader GMNI harus Satyatama — bina diri, bina ilmu, bina bangsa — agar GMNI terus naik kelas dan berkontribusi lebih besar,” tegasnya.

Kegiatan diawali dengan Dialog Kebangsaan yang menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya anggota DPD RI Umar Bonte, Ketua DPD Partai Demokrat Sultra Muh Endang SA, serta akademisi FISIP UHO dan pengamat politik Sultra Dr. Muh Najib Husain.

Mereka membedah arah pembangunan Sulawesi Tenggara dari berbagai perspektif — politik, ekonomi, dan sosial — dengan harapan membuka jalan baru bagi sinergi ide dan tindakan menuju masa depan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *