KENDARI, KABENGGA.ID – Kendari tak sekadar bersiap menjadi tuan rumah. Kota ini tengah menata diri untuk tampil di hadapan dunia melalui perhelatan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) Executive Bureau yang akan digelar pada 7 hingga 9 Mei 2026.

Sekitar 250 peserta dipastikan hadir. Sebanyak 100 di antaranya merupakan delegasi pemerintah kota se-Asia Pasifik—termasuk jajaran pimpinan dan anggota Executive Bureau UCLG ASPAC. Sisanya, 150 peserta dari Indonesia, datang dari berbagai unsur: kementerian, sektor swasta, hingga para pemangku kepentingan.

Forum ini bukan hanya soal diplomasi kota dan pertukaran gagasan. Lebih dari itu, ini adalah momentum—kesempatan bagi Kendari untuk menunjukkan jati dirinya.

Di sela agenda resmi yang padat, denyut lokal justru mengambil panggung dengan cara yang sederhana namun sarat makna. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Tenggara menghadirkan lomba perahu hias—sebuah perayaan kreativitas yang lahir dari kehidupan pesisir.

Bertempat di Teluk Kendari (Papa Limba), perahu-perahu itu tak hanya akan berlayar, tetapi juga “berbicara”. Warna, bentuk, dan ornamen yang menghiasinya menjadi narasi tentang tradisi, kerja keras, dan identitas nelayan.

Ketua DPD HNSI Sultra, Yusrianto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelengkap.

“Ini ruang silaturahmi, sekaligus cara kami memperkenalkan budaya dan kreativitas nelayan lokal kepada delegasi dari berbagai negara,” ujarnya.

Di tengah forum internasional yang sarat kepentingan dan strategi, perahu-perahu hias itu hadir membawa pesan yang jernih: bahwa di balik geliat pembangunan dan diplomasi, ada budaya lokal yang tetap hidup—dan layak berdiri sejajar di panggung dunia.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *