KENDARI – Komitmen bersih-bersih internal bukan sekadar slogan di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. Senin (23/2), Kapolda Sultra Didik Agung Widjanarko bersama Wakapolda Gidion Arief Setyawan dan para Pejabat Utama (PJU) menjalani tes urine mendadak di Lobby Utama Mapolda Sultra.
Langkah ini bukan seremoni. Tes dilakukan tanpa pemberitahuan jauh hari sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalitas dan integritas personel. Pimpinan tertinggi di Polda Sultra itu memilih memberi contoh langsung—memulai dari dirinya sendiri.
Aksi tersebut merupakan tindak lanjut instruksi tegas Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang memerintahkan seluruh jajaran melakukan pengawasan ketat terhadap penyalahgunaan narkotika di internal kepolisian.
Pesan yang ingin ditegaskan jelas: tak ada ruang bagi anggota Polri yang bermain-main dengan narkoba. Institusi yang menjadi garda terdepan pemberantasan narkotika harus terlebih dahulu bersih dari dalam.
Tes urine mendadak ini sekaligus menjadi alarm internal bahwa pengawasan tidak hanya menyasar anggota di lapangan, tetapi juga pejabat utama. Kepemimpinan memberi teladan, bukan sekadar instruksi.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Transparansi dan ketegasan terhadap pelanggaran internal menjadi kunci menjaga marwah institusi.
Dengan komitmen tersebut, Polda Sultra ingin memastikan: penegakan hukum terhadap narkoba tidak tebang pilih—baik kepada masyarakat maupun kepada aparatnya sendiri.
