KOLAKA TIMUR, KABENGGA.ID. — Himpunan Aktipis Muda (HAM) Cabang Kolaka Timur menegaskan sikap tegas dalam mendukung pemberantasan korupsi di Bumi Sorume. Organisasi kepemudaan itu mengingatkan seluruh pejabat dan penyelenggara pemerintahan agar tidak bermain-main dengan anggaran rakyat, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi daerah.
Ketua HAM Cabang Koltim, M. Yasir, menekankan bahwa praktik korupsi tidak boleh lagi mendapat ruang di Kabupaten Kolaka Timur. Ia meminta seluruh pejabat menjaga amanah masyarakat dengan mengelola anggaran secara transparan, jujur, dan bertanggung jawab.
“Jangan ada lagi kasus korupsi di Kabupaten Kolaka Timur. Saat ini daerah sedang dalam kondisi efisiensi anggaran, sehingga seluruh pejabat harus benar-benar menjaga amanah rakyat,” tegas Yasir, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, situasi keuangan daerah yang penuh keterbatasan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat integritas dan pengawasan dalam tata kelola pemerintahan, bukan justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Senada dengan itu, Wakil Ketua HAM Cabang Koltim, Ipin, bersama Sekretaris Adnan, mengajak seluruh pejabat di Kolaka Timur untuk menjunjung tinggi integritas serta menjauhi segala bentuk praktik korupsi yang dapat merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan daerah.
Sementara itu, kader HAM Cabang Koltim, Ronal, turut mengingatkan agar setiap pejabat tidak menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi. Ia menegaskan jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
HAM Cabang Kolaka Timur berharap semangat melawan korupsi tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam mengawal terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Menurut mereka, pengawasan publik dan keberanian masyarakat menyuarakan kritik menjadi bagian penting dalam mencegah penyimpangan anggaran serta menjaga arah pembangunan daerah tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.(redaksi).
