BOMBANA, KABENGGA.ID. – Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo (IMPPERMOL) kembali melayangkan desakan keras kepada DPRD Kabupaten Bombana agar segera merespons surat permohonan audiensi yang telah diajukan sejak 25 April 2026 terkait kondisi memprihatinkan ruas jalan Kasipute–Lora–Bambaea sepanjang kurang lebih 10 kilometer.

Hingga kini, belum adanya kepastian jadwal audiensi dari DPRD Bombana dinilai sebagai bentuk lambannya respons terhadap aspirasi masyarakat, khususnya warga Kecamatan Mata Oleo yang setiap hari harus berjibaku dengan jalan rusak, berlubang, dan sulit dilalui.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan publik. Pasalnya, ruas jalan Kasipute–Lora–Bambaea merupakan akses vital yang menopang aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, perikanan, hingga roda perekonomian warga.

Saat musim hujan tiba, kondisi jalan disebut semakin memprihatinkan. Lumpur dan genangan air membuat mobilitas masyarakat terganggu serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.

Ketua IMPPERMOL, Roma Nur, menegaskan DPRD Kabupaten Bombana seharusnya tidak menutup mata terhadap persoalan infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan masyarakat tersebut.

“Sudah sejak 25 April 2026 kami memasukkan surat audiensi, tetapi sampai hari ini belum ada respons maupun kepastian jadwal dari DPRD Bombana. Ini persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya segera dibahas untuk mencari solusi nyata,” tegas Roma Nur.

Ia menilai keterlambatan respons DPRD dapat memunculkan anggapan bahwa aspirasi masyarakat Mata Oleo tidak menjadi prioritas serius pemerintah daerah maupun legislatif.

Tak hanya berdampak pada aktivitas warga, rusaknya jalan Kasipute–Lora–Bambaea juga dinilai menghambat pengembangan potensi wisata pantai di Kecamatan Mata Oleo. Padahal, wilayah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat lokal.

“Kalau akses jalannya baik, tentu sektor wisata bisa berkembang dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Tapi kalau jalannya rusak seperti sekarang, investor maupun wisatawan juga akan berpikir dua kali untuk datang,” tambahnya.

IMPPERMOL berharap DPRD Kabupaten Bombana segera membuka ruang audiensi dan menghadirkan solusi konkret terkait penanganan ruas jalan Kasipute–Lora–Bambaea agar masyarakat tidak terus menjadi korban akibat lambannya perhatian terhadap infrastruktur dasar di wilayah tersebut.

Desakan tersebut sekaligus menjadi peringatan keras agar pemerintah daerah dan DPRD Bombana tidak sekadar menjadikan persoalan infrastruktur sebagai janji politik tanpa realisasi nyata di lapangan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *