Kendari ll Kabengga.id (27 September 2025) — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ar-Fachruddin Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar pelatihan teknik wicara publik dengan mengusung headline Harmony, Optimism, Passion, Empowerment (H.O.P.E). Kegiatan berlangsung di Pelataran Pantai Nambo, Kota Kendari, pada Sabtu (27/9/25).

Pelatihan ini bertujuan membangun semangat komunikasi dan interaksi mahasiswa, sekaligus memperkuat peran IMM sebagai wadah kaderisasi dan kontrol sosial.

Agenda dibuka dengan pemaparan materi pertama oleh Ketua Bidang Kader DPD IMM Sultra, Immawan Rasidman. Dalam materinya bertema Analisis Kritis Nilai Dasar Ikatan dan Bedah Poin Per Poin, ia menekankan pentingnya mahasiswa IMM memahami nilai dasar ikatan secara mendalam.

“Nilai dasar ikatan tidak sekadar konsep normatif. Ia adalah ruh pergerakan IMM yang harus dipahami, dikritisi, lalu diamalkan dalam kehidupan nyata. Jika kader IMM mampu menjiwai nilai dasar ikatan, maka ia akan menjadi agen perubahan yang sesungguhnya,” tegas Rasidman.

Ia juga menambahkan bahwa IMM tidak boleh kehilangan arah sebagai gerakan moral, gerakan keilmuan, dan gerakan kemasyarakatan. Menurutnya, kritik sosial mahasiswa harus tetap berada dalam bingkai nilai-nilai ikatan yang berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan.

Pada sesi kedua, materi dibawakan oleh Ketua Bidang Hukum dan HAM PC IMM Kota Kendari, Immawan Ali. Ia menggunakan metode interaktif untuk menjaga komunikasi dua arah dengan audiens, sehingga materi tidak hanya satu arah, melainkan benar-benar hidup di tengah forum.

Dalam pemaparannya, Ali menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar soal retorika, melainkan soal kesadaran akan tanggung jawab moral mahasiswa. Ia mengingatkan, IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam memiliki mandat besar: menjaga nurani masyarakat, memperjuangkan keadilan, dan menyuarakan kebenaran di tengah kebungkaman.

“Public speaking bagi kader IMM bukan hanya seni berbicara, tetapi senjata perjuangan. Kata-kata kita harus mampu menggugah, menyadarkan, bahkan mengguncang hati mereka yang tertidur dalam ketidakadilan. Karena itu, setiap immawan dan immawati wajib mengasah kemampuan bicara agar kelak menjadi corong umat dan bangsa,” tegas Ali.

Ali juga menyoroti peran penting perempuan IMM (immawati). Menurutnya, dalam sejarah pergerakan, perempuan sering kali menjadi penopang perubahan, meski tak selalu tampak di panggung utama. IMM, kata dia, harus menjadi wadah yang memberi ruang seluas-luasnya bagi peran kepemimpinan immawati.

“Saya yakin PK IMM Ar-Fachruddin UM Kendari diisi oleh immawati yang punya kekuatan, intelektualitas, dan semangat untuk mendominasi nilai utama Tri Kompetensi IMM. Jangan hanya jadi pengikut. Berdirilah di garda terdepan, buktikan bahwa suara perempuan IMM bisa mengubah arah sejarah, dari tingkat regional hingga internasional,” ungkapnya penuh keyakinan.

Ia menambahkan, dunia hari ini tengah dikepung krisis moral, ketidakadilan hukum, dan lemahnya keberpihakan pada rakyat kecil. IMM, kata dia, tidak boleh hanya menjadi penonton. Kader harus tampil sebagai penggerak, dengan kekuatan ide, keberanian bersuara, dan konsistensi dalam tindakan.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para kader aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta menanggapi materi yang disampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan mengembangkan kapasitas diri di kalangan IMM Ar-Fachruddin tetap terjaga dengan baik.

Pelatihan ditutup dengan makan bersama dan penyerahan apresiasi bagi immawati yang dinilai aktif dan interaktif selama kegiatan. Momen tersebut semakin mempererat kebersamaan antar kader.

Ketua Komisariat PK IMM Ar-Fachruddin, Immawan Ical, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda terakhir di masa kepengurusannya. Ia menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan untuk melahirkan kader-kader penerus yang berkemajuan.

“Pelatihan ini saya harap menjadi bekal sekaligus pengingat bahwa IMM Ar-Fachruddin tidak pernah kehabisan energi untuk mencetak kader-kader hebat. Kepemimpinan adalah estafet, dan saya percaya musyawarah komisariat mendatang akan melahirkan generasi penerus yang lebih visioner,” ujar Ical menutup kegiatan.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *