MUNA, KABENGGA.ID – Open Tournament Domino Kadin Muna Cup I yang digelar pada 13–14 Juni 2026 menyisakan polemik. Hampir satu bulan setelah kompetisi berakhir, panitia belum juga melunasi hadiah para pemenang sebagaimana yang dijanjikan.
Turnamen yang sejak awal dipromosikan dengan total hadiah mencapai Rp120 juta itu kini menuai sorotan. Para peserta mempertanyakan komitmen panitia karena hadiah yang diumumkan secara besar-besaran hingga kini belum diterima secara utuh oleh para juara.
Berdasarkan pengumuman panitia, hadiah yang diperebutkan terdiri dari juara I sebesar Rp40 juta, juara II Rp20 juta, juara III Rp15 juta, dan juara IV Rp10 juta. Namun, para pemenang mengaku baru menerima sebagian dari hak mereka.
Pasangan Ali dan Anton Rogo, juara I yang mewakili Kabupaten Muna Barat dari Gardu Desa Tanjung Pinang, mengaku baru menerima Rp25 juta dari total hadiah Rp40 juta. Artinya, masih tersisa Rp15 juta yang belum dibayarkan. Setelah dikurangi potongan pajak 10 persen, panitia masih memiliki kewajiban membayar sekitar Rp11 juta kepada pasangan juara tersebut.
“Kami hanya meminta panitia menepati komitmen dan segera melunasi sisa hadiah. Sudah hampir sebulan berlalu, tetapi belum ada kejelasan,” ungkap Anton, Minggu, (28/06/2026).
Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari para peserta mengenai keseriusan panitia dalam memenuhi kewajiban kepada para pemenang. Mereka berharap penyelenggara segera memberikan kepastian, mengingat hadiah merupakan hak yang telah diperoleh berdasarkan hasil pertandingan.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ketua Panitia, Harfin, SP, mengaku belum dapat memberikan penjelasan karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
“Saya lagi di rumah sakit, Pak. Untuk lebih jelasnya konfirmasi sama Ketua Kadin, saya lagi berobat,” tulis Harfin.
Namun, ketika KABENGGA.ID meminta nomor kontak Ketua Kadin Muna untuk kepentingan konfirmasi lebih lanjut, pesan tersebut tidak lagi mendapat tanggapan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Kadin Muna mengenai alasan keterlambatan pembayaran sisa hadiah maupun kepastian waktu pelunasannya.
Sementara itu, para pemenang masih menunggu realisasi janji panitia yang hingga kini belum terpenuhi.
Penulis : Adam
