Kendari ll Kabengga.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari mulai memantapkan konsolidasi internal guna menyambut Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang.

Agenda untuk menjadi tuan rumah Rapimnas direkomendasikan pada Kongres ke-XXII yang berlangsung di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam rekomendasi itu, salah satu cabang yang didorong adalah DPC GMNI Kendari.

Kongres tersebut berlangsung di gedung bersejarah Konferensi Asia Afrika. Pada momen itu, GMNI Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya untuk siap menjadi tuan rumah Rapimnas, sebuah hajatan nasional yang dinilai bergengsi dan strategis.

Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah konsolidasi untuk memastikan kesiapan organisasi. Menurutnya, GMNI Kendari bersama seluruh kader di Sulawesi Tenggara siap mengambil peran besar dalam penyelenggaraan Rapimnas.

“Kami saat ini sedang memasifkan persiapan dan mengonsolidasikan seluruh anggota dan kader GMNI di Sulawesi Tenggara. Dengan dukungan pemerintah daerah hingga provinsi, kami yakin mampu menyelenggarakan agenda ini dengan baik,” tegas Rasmin.

Selain persiapan internal, Rasmin juga menyoroti potensi besar Sulawesi Tenggara. Ia menilai kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah ini harus dikelola dengan baik dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas agar mampu mendorong pemerataan pembangunan.

“Kami ingin potensi daerah seperti nikel, aspal, pariwisata, maritim, batu bara, perikanan, peternakan, dan pertanian bisa dikonsolidasikan secara nasional, bahkan menjadi sorotan internasional,” ungkapnya.

Dari sisi infrastruktur, Sulawesi Tenggara disebut memiliki fasilitas yang cukup memadai. Rasmin menegaskan bahwa ketersediaan hotel, transportasi laut, udara, dan darat, ditambah dukungan pemerintah daerah, menjadi modal penting untuk memastikan suksesnya penyelenggaraan Rapimnas.

Menurut Rasmin, Rapimnas bukan hanya sekadar agenda organisasi, melainkan momentum penting untuk mengangkat isu-isu strategis daerah ke level nasional. Ia berharap isu pembangunan ekonomi, infrastruktur, pertambangan, agraria, hingga HAM mendapat perhatian serius.

“Rapimnas adalah peluang untuk menggaungkan isu daerah yang urgen dan strategis. Terlepas dari gagasan perbaikan organisasi, isu-isu kerakyatan harus disuarakan agar segera terealisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai organisasi perjuangan kaum marhaen, GMNI memiliki tanggung jawab moral untuk membela hak-hak masyarakat kecil. Oleh karena itu, seluruh kader di Sulawesi Tenggara diharapkan tetap solid menjaga barisan dan semangat gotong royong.

Rasmin menutup dengan harapan agar Rapimnas 2027 dapat melahirkan keputusan strategis untuk kebaikan organisasi sekaligus menghasilkan pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. “Kami tegas sangat siap menyambut momentum tersebut. Saat ini kami terus menjalin komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan memperkuat perekrutan anggota,” pungkasnya.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *