KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tancap gas membangun fondasi ekonomi kerakyatan melalui percepatan pembangunan 551 Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di 17 kabupaten dan kota. Program strategis ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah konkret memperkuat kemandirian ekonomi berbasis desa.

Dari total 551 unit yang direncanakan, sebanyak 15 gedung telah rampung 100 persen. Sementara itu, 527 unit tengah dalam tahap konstruksi dan 9 unit lainnya segera memasuki proses pembangunan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhamad Shalihin, menegaskan progres pembangunan terus dipacu agar seluruh target dapat tercapai tepat waktu.

“Total keseluruhan 551 unit. Yang sudah 100 persen ada 15 unit, sisanya sementara berproses dan sebagian kecil menunggu tahapan pembangunan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Lebih dari Sekadar Bangunan

Program KDKMP dirancang sebagai episentrum distribusi kebutuhan pokok sekaligus penguatan ekosistem usaha desa. Pemprov Sultra mendorong percepatan penyediaan lahan bagi koperasi yang belum memiliki lokasi pembangunan. Pengurus koperasi diminta proaktif mengidentifikasi aset milik pemprov, pemerintah kabupaten/kota, maupun desa agar proses konstruksi tidak tersendat.

Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada lahan seluas 1.000 meter persegi dengan ukuran bangunan 20 x 30 meter. Untuk koperasi yang memiliki lahan di bawah 1.000 meter persegi, skema tahap kedua tengah difinalisasi agar tetap dapat terakomodasi dalam program.

Pelaksanaan pembangunan melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara yang bekerja sama dengan jajaran TNI melalui Kodim setempat. Sinergi ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi rakyat dari akar rumput.

Dukungan Fasilitas dan Pendampingan

Gedung-gedung yang telah selesai kini memasuki tahap pengisian fasilitas operasional. Setiap koperasi akan menerima dukungan berupa satu unit mobil truk, satu unit mobil pick up 4×4, dua unit motor viar, serta perlengkapan gerai di dalam gedung.

Tak berhenti pada bantuan sarana, koperasi juga akan mendapat pendampingan selama dua tahun guna memastikan tata kelola berjalan profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Ke depan, Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat distribusi berbasis Business to Business (B2B), menyediakan beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Koperasi juga akan berperan sebagai pemasok bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga rantai distribusi program pemenuhan gizi dapat ditopang langsung dari koperasi setempat.

Sembilan Gerai Wajib, Satu Kawasan Usaha Terintegrasi

Setiap gedung KDKMP nantinya dilengkapi sembilan gerai wajib, di antaranya gerai sembako, klinik, apotek, unit simpan pinjam, serta fasilitas pergudangan terintegrasi dalam satu kawasan usaha.

Shalihin menekankan, keberhasilan program ini tak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, melainkan kualitas sumber daya manusia pengelolanya.

“Karena itu, pengurus koperasi dituntut memiliki kemampuan manajerial dan jiwa kewirausahaan agar mampu mengembangkan unit usaha secara profesional,” tegasnya.

Pemprov Sultra menargetkan seluruh gedung KDKMP rampung sebelum peluncuran nasional pada 16 Agustus 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan catatan seluruh koperasi telah memastikan kesiapan lahan.

Jika terealisasi sesuai jadwal, program ini akan menjadi tonggak baru kebangkitan koperasi di Sultra—mengubah desa bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *