KENDARI ,KABENGGA.ID. – Gerakan Aktivis Pemuda Sulawesi Tenggara (GAPS) secara resmi melaporkan dugaan praktik penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax yang diduga terjadi di SPBU Bundaran Tank, Kota Kendari, kepada Kapolresta Kendari.

Laporan tersebut disampaikan menyusul beredarnya rekaman video yang memperlihatkan aktivitas pengisian BBM jenis Pertamax ke dalam jerigen dalam jumlah yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ILHAM,menilai praktik tersebut berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan distribusi BBM.

Dalam keterangannya, ILHAM ketua GAPS menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh menunggu terjadinya insiden besar sebelum bertindak.

“Jangan tunggu meledak baru bertindak! Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Dugaan pengisian Pertamax ke dalam jerigen harus segera ditindaklanjuti secara serius demi mencegah potensi bahaya dan memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,” tegas perwakilan ILHAM.

Menanggapi laporan tersebut, Polresta Kendari menyatakan akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Jumat, 26 Juni 2026. Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk menindaklanjuti laporan mengenai dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh manajer SPBU Bundaran Tank terhadap anggota aliansi yang melakukan pemantauan di lapangan.

“Besok, tanggal 26 Juni 2026, kami akan turun langsung melakukan pengecekan di lapangan. Kami akan memeriksa pihak-pihak yang terlibat, termasuk menindaklanjuti laporan dugaan tindakan represif terhadap teman-teman aliansi. Kami juga akan memastikan kebenaran dugaan penyelundupan BBM non subsidi jenis Pertamax ke dalam jerigen sebagaimana yang terlihat dalam rekaman video. Apabila terbukti dan memenuhi unsur serta ketentuan hukum yang berlaku, maka akan kami proses sesuai aturan yang berlaku,” ujar perwakilan Polresta Kendari.

GAPS menyambut baik respons cepat Polresta Kendari dan berharap proses pemeriksaan dilakukan secara transparan, profesional, serta tidak pandang bulu.

ILHAM juga meminta agar hasil investigasi nantinya diumumkan kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan pengawasan distribusi BBM di Kota Kendari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *