Kendari – Kabengga.id ll Ketua BEM FKIP UHO, Ferli Muhamad Nur, memberikan pernyataan tegas terkait momentum Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (PEMIRA) UHO 2025. Ia menekankan agar birokrasi kampus Universitas Halu Oleo tidak melakukan intervensi atau ikut campur dalam mendukung atau memenangkan figur tertentu.

“Momentum PEMIRA ini adalah ajang pesta demokrasi mahasiswa UHO. Jadi, yang mengambil peran cukup di kalangan mahasiswa saja, jangan ada intervensi dan campur tangan dari birokrasi kampus,” ujarnya.

Ferli menambahkan, jika terbukti ada birokrasi yang mencoba bermain, mahasiswa harus melakukan perlawanan dan demonstrasi untuk menjaga integritas lembaga kemahasiswaan. “Kita harus sama-sama menjaga kampus kita dan independensi dari kelembagaan kampus,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa kelembagaan kampus saat ini mudah didikte oleh birokrasi. Padahal, lembaga kemahasiswaan berperan sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa, tempat menyalurkan aspirasi, dan sarana belajar soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.

“Fungsinya mencakup memfasilitasi kegiatan minat dan bakat, membina penalaran dan karakter, serta menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan pihak universitas,” jelas Ferli.

Selain itu, lembaga kemahasiswaan juga berfungsi sebagai pengawas dalam kebijakan birokrasi kampus, bukan menjadi “robot” yang mengesampingkan keluhan-keluhan mahasiswa.

Pernyataan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi seluruh pihak terkait, khususnya birokrasi kampus, agar PEMIRA UHO 2025 dapat berjalan dengan jujur, adil, dan independen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *