KENDARI, KABENGGA.ID. — Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo, mulai menemukan titik terang. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku yang diketahui berinisial C.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan bahwa penyidik saat ini tengah mendalami laporan korban sekaligus memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap fakta di balik dugaan tindak asusila tersebut.

“Terlapor atau terduga pelaku berinisial C,” ujar Welliwanto, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, C diketahui bekerja sebagai sekuriti. Namun, ia disebut bukan petugas keamanan yang bertugas di rumah pribadi Bupati Konsel yang berada di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Meski bukan pegawai resmi di rumah tersebut, C disebut kerap datang dan berada di kediaman pribadi orang nomor satu di Konawe Selatan itu. Polisi bahkan mengungkap bahwa terduga pelaku diduga memiliki hubungan keluarga dengan istri Bupati Konsel.

“Untuk terlapor inisial C, ada hubungan keluarga dengan istri bupati. Dia biasa datang ke rumah itu hanya untuk mampir, beristirahat, atau makan,” ungkap Welliwanto.

Korban berinisial SA diketahui baru beberapa hari bekerja sebagai ART sebelum dugaan pencabulan itu terjadi. Namun, sejak korban mulai bekerja di rumah tersebut, C disebut semakin intens datang bahkan beberapa kali menginap.

“Setelah korban bekerja di situ sejak Senin, terlapor lebih sering datang ke rumah bupati dan kadang menginap. Kalau menginap, dia tidur di kamar pekerja laki-laki. Terlapor sendiri bekerja sebagai sekuriti, tetapi bukan di rumah itu,” jelasnya.

Hingga kini, penyidik belum membeberkan secara detail bentuk dugaan pencabulan yang dialami korban. Polisi masih fokus mengumpulkan alat bukti serta mendalami keterangan korban dan saksi-saksi guna memastikan konstruksi perkara secara utuh.

Yang mengejutkan, dalam keterangannya kepada penyidik, korban mengaku sempat mendapat ancaman agar tidak melaporkan dugaan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Fakta ini menjadi perhatian serius penyidik karena diduga mengarah pada upaya intimidasi terhadap korban.

Kasus ini pun mulai menyita perhatian publik lantaran dugaan tindak pidana terjadi di lingkungan rumah pribadi kepala daerah. Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara transparan dan tanpa intervensi.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *