Kendari – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lapuko dan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka pelayaran perdana rute Pelabuhan Bungkukotoko Kendari-Munse Kabupaten Konawe Kepulauan.

Pelayaran perdana ini, ditandai dengan berlabuhnya KM Sabuk Nusantara 84, Kamis (8/1/2026). Harga penyeberangan dari Kendari menuju Munse melalui kapal ini, hanya Rp 7.000 saja.
Waktu perjalanan, berkisar 1-6 jam. Dengan kapal ini, bisa memuat kendaraan dan bagasi dalam jumlah besar.

Masyarakat Munse Kecamatan Wawonii Timur, menyambut antusias pelayaran perdana kapal perintis di pelabuhan. Mereka ikut merasakan, jalur perdana Kendari -Munse.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara, Muh Jalila A Razak, mengatakan, mulai Kamis (8/1/2026), Pelabuhan Munse resmi terdaftar sebagai rute singgah baru dalam trayek R-54 KM Sabuk Nusantara.

“Pola trayek ini ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Laut atas usulan Gubernur Sultra. Jaringan trayek R-54 KM Sabuk Nusantara 84 melayani rute Kendari–Munse–Waode Buri (Buton Utara)–Pola–Banggai–Bobong hingga Obi, pulang pergi,” ujar Jalila di Pelabuhan Munse.
Jalila menegaskan, pengoperasian Pelabuhan Munse merupakan langkah strategis untuk membuka akses transportasi laut yang murah dan merata bagi masyarakat kepulauan. Ia berharap seluruh pihak dapat mendukung keberlanjutan operasional kapal tersebut.

“Baik dari penyelenggara pelabuhan maupun pemerintah daerah Kabupaten Konawe Kepulauan. Kami juga berharap pemda mendorong masyarakat memanfaatkan layanan ini agar terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan kapal,” katanya.

Menurut Jalila, peningkatan jumlah penumpang dan distribusi barang akan menjadi indikator kemajuan Pelabuhan Munse ke depan.
Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Lapuko, Nurbaya mengatakan bahwa penambahan rute baru ini merupakan hasil koordinasi antara Pemda Konkep dan Pemprov Sultra.

“Setelah pelayaran perdana ini, dalam waktu dekat kami akan merilis secara resmi jadwal tetap serta rincian tarif kapal bekerja sama dengan pihak agen,” kata Nurbaya.

Di tempat yang sama, Camat Wawonii Timur, Abudia, mewakili masyarakat setempat mengapresiasi diaktifkannya Pelabuhan Munse dan hadirnya KM Sabuk Nusantara 84.
“Kapal Kendari-munse ini sangat membantu masyarakat. Komoditas lokal bisa dipasarkan, biaya transportasi murah, dan perputaran ekonomi akan meningkat. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah,” ungkapnya (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *