BAUBAU – Terjangan ombak besar menghantam Dermaga Pelabuhan di Kelurahan Kalialia, Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau, hingga mengalami kerusakan cukup parah. Dampaknya langsung terasa: aktivitas bongkar muat nelayan terganggu, sementara mobilitas warga yang bergantung pada akses laut ikut tersendat, Kamis (19/3/2026).
Kondisi ini memantik respons cepat dari Lurah Kalialia, Manati, S.Sos. Tanpa menunggu kerusakan semakin meluas dan membahayakan keselamatan pengguna, ia langsung mengambil langkah taktis dengan mencari sumber pendanaan untuk perbaikan.
Langkah konkret ditempuh melalui pengajuan proposal bantuan ke PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar, khususnya melalui unit PLN Mobile (PLTMG Baubau) yang beroperasi di wilayah Lea-Lea. Upaya tersebut berbuah hasil. Pihak perusahaan merespons cepat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka.
Kelurahan Kalialia kemudian memperoleh bantuan dana sebesar Rp1 juta. Meski tergolong kecil, bantuan ini menjadi pemantik utama lahirnya solidaritas warga.

Tak butuh waktu lama. Hanya dalam hitungan satu pekan setelah dana diterima, Lurah Manati langsung menggerakkan kerja bakti massal pada Februari 2026. Nelayan, pemuda, hingga perangkat kelurahan turun tangan bersama, memperbaiki dermaga secara swadaya.
Hasilnya kini terlihat nyata. Dermaga yang sebelumnya rusak parah telah kembali kokoh dan layak digunakan. Aktivitas nelayan pun kembali berjalan normal.
“Ini bukti bahwa kepedulian dan kolaborasi mampu menjawab keterbatasan. Kami berterima kasih kepada PLTMG Baubau atas respons cepatnya. Meski bantuan bersifat stimulan, semangat gotong royong warga menjadi kekuatan utama hingga dermaga kembali berfungsi,” ujar Manati, Rabu (18/3/2026).
Pihak manajemen PLTMG Baubau turut mengapresiasi inisiatif cepat pemerintah kelurahan. Melalui program CSR, perusahaan menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.
Perbaikan dermaga ini diharapkan tidak hanya memulihkan aktivitas warga, tetapi juga menjadi fondasi awal dalam memperkuat ketahanan infrastruktur pesisir dari ancaman abrasi di masa mendatang./AR.
