BONE — Aktivitas di Dermaga 1 Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan dihentikan sementara mulai 1 April hingga 1 Juni 2026. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung pekerjaan perbaikan struktur movable bridge atau jembatan bergerak yang menjadi fasilitas utama sandar kapal di pelabuhan tersebut.
Direktur Sarana Prasarana Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Sigit Widodo, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan serta meningkatkan kualitas layanan transportasi penyeberangan.
“Penutupan Dermaga 1 Pelabuhan Penyeberangan Bajoe dilakukan dalam rangka perbaikan struktur movable bridge dan direncanakan berlangsung mulai 1 April 2026 sampai dengan 1 Juni 2026,” ujar Sigit dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026).
Meski demikian, pemerintah memastikan aktivitas penyeberangan tetap berjalan. Selama masa perbaikan berlangsung, layanan rute Bajoe – Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan dialihkan sementara melalui lintasan Siwa – Kolaka.
Langkah ini diambil agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah tetap terjaga tanpa hambatan berarti.
“Untuk mengakomodir operasional penyeberangan selama perbaikan dermaga, lintas Bajoe – Kolaka dapat dipindahkan sementara ke trayek Siwa – Kolaka dengan menggunakan tarif angkutan penyeberangan lintas Bajoe – Kolaka,” jelasnya.
Sigit juga menegaskan pentingnya koordinasi intensif antara operator penyeberangan dan seluruh pemangku kepentingan agar proses pengalihan lintasan berjalan lancar. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) diminta berkolaborasi dengan asosiasi pelaku usaha angkutan penyeberangan seperti Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) serta Indonesian National Ferryowners Association (INFA).
Koordinasi tersebut juga mencakup operator kapal yang akan melayani lintasan Siwa – Kolaka, termasuk pengurusan Rencana Pengoperasian Kapal (RPK) sesuai regulasi yang berlaku.
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan agar operasional lintasan Siwa – Kolaka tidak mengganggu pelayanan penyeberangan yang telah berjalan sebelumnya pada rute Siwa – Lasusua, Kabupaten Kolaka Timur.
“Operasional trayek Siwa – Kolaka juga diharapkan tidak mengganggu pelayanan penyeberangan yang sudah ada sebelumnya pada lintasan Siwa – Lasusua,” tambah Sigit.
Sebagai bagian dari langkah mitigasi, pihak ASDP juga diminta melakukan sosialisasi secara luas kepada masyarakat. Informasi mengenai perubahan layanan diharapkan disampaikan melalui media massa, pemasangan spanduk, serta papan informasi yang mudah diakses pengguna jasa pelabuhan.
Upaya ini penting agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan lebih awal, sekaligus meminimalkan potensi kebingungan di lapangan selama masa penutupan berlangsung.**
