BUTON UTARA – Pemerintah Kabupaten Buton Utara resmi menggulirkan program cetak sawah rakyat sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa. Peluncuran program tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pestisida oleh Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, SH., MH., di halaman Balai Desa Eensumala, Kecamatan Bonegunu, Selasa (10/2).

Sebanyak tiga unit hand tractor dan 40 kilogram pestisida racun tikus diserahkan kepada kelompok tani penerima manfaat. Bantuan alsintan tersebut sebelumnya diberikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., kepada Pemerintah Kabupaten Buton Utara sebagai bentuk dukungan penguatan sektor pertanian daerah.

Bupati Afirudin menegaskan, sektor pertanian bukan sekadar urusan produksi, melainkan fondasi ketahanan dan kemandirian daerah. Menurutnya, program cetak sawah rakyat merupakan langkah konkret mengubah lahan tidur menjadi sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat.

“Kita tidak ingin ada lahan yang terbengkalai. Semua harus produktif. Sawah yang kita cetak hari ini adalah investasi masa depan—untuk pangan, untuk ekonomi, dan untuk generasi Buton Utara yang lebih kuat,” tegas Afirudin.

Ia menjelaskan, kehadiran alsintan akan memangkas biaya produksi dan mempercepat proses olah lahan, sementara bantuan pestisida diharapkan mampu menekan serangan hama yang kerap menjadi ancaman utama petani.

Lebih dari sekadar program seremonial, cetak sawah rakyat disebut sebagai gerakan bersama membangun kemandirian pangan dari desa. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan luas tanam dan produktivitas sebagai langkah awal menuju swasembada pangan berbasis potensi lokal.

Afirudin juga mengingatkan pentingnya penggunaan bantuan sesuai petunjuk teknis serta tetap memperhatikan prinsip pertanian berkelanjutan agar kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

“Program ini tidak boleh berhenti di sini. Harus ada pendampingan, sinergi, dan komitmen bersama. Jika semua bergerak, saya yakin Buton Utara mampu berdiri di atas kekuatan pangannya sendiri,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari dinas teknis, penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan dan desa, hingga kelompok tani—untuk solid menyukseskan program tersebut.

Dengan langkah awal di Desa Eensumala, Buton Utara menandai babak baru pembangunan pertanian: dari lahan terlantar menuju sawah produktif, dari ketergantungan menuju kemandirian, dan dari desa menuju kesejahteraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *