Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengga ra (Sultra) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra masih membahas cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV tahun 2026.
Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 dengan Kota Kendari sebagai tuan rumah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra, La Ode Daerah Hidayat, mengatakan penentuan cabang olahraga atau cabor masih melalui komunikasi dan pembahasan bersama.
Pemerintah perlu memastikan cabor yang dipilih memenuhi kriteria serta sesuai dengan prioritas penyelenggaraan.
Efisiensi anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan jumlah cabor. Dengan keterbatasan anggaran yang tersedia, tidak seluruh cabang olahraga dipastikan dapat mengikuti kompetisi tersebut.
Menurut Hidayat, rekam jejak prestasi menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses seleksi.
Cabang olahraga yang selama ini berkontribusi terhadap perolehan medali Sultra pada tingkat nasional maupun internasional mendapat perhatian khusus.
Softball menjadi salah satu cabor yang dipertimbangkan setelah menyumbangkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara. Selain itu, sejumlah cabang olahraga bela diri juga masuk dalam pertimbangan karena dinilai berkontribusi terhadap prestasi olahraga daerah.
“Pemprov Sultra melalui Dispora Sultra secara teknis akan intens melakukan komunikasi, menjabarkan, dan mengeluarkan keputusan akhir terkait cabor-cabor di Sultra ini yang akan dipertandingkan dalam Porprov. Secepatnya kita akan putuskan,” ujar Hidayat, Minggu 25 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, penetapan jumlah cabang olahraga harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, pemerintah perlu menyusun skala prioritas agar penyelenggaraan Porprov tetap dapat dipersiapkan secara terukur.
Hidayat meminta pengurus cabor, atlet, simpatisan, dan seluruh pihak yang mendukung perkembangan olahraga di Sultra memahami kebijakan tersebut. Menurutnya, efisiensi anggaran juga menjadi tantangan yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia.
“Dan mohon sekiranya untuk cabor-cabor yang pada akhirnya tidak ikut serta di Porprov harus bisa memahami. Kita sama-sama mengetahui bahwa itulah keputusan yang terbaik. Sekali lagi kita harus garis bawahi karena ini disebabkan efisiensi anggaran,” jelasnya.
Kepastian mengenai cabor yang dipertandingkan menjadi hal penting bagi daerah peserta, pengurus olahraga, dan atlet untuk menyusun persiapan menuju kompetisi. Keputusan Dispora bersama KONI Sultra nantinya akan menjadi acuan dalam mematangkan kesiapan teknis maupun pembinaan atlet.
Dengan jadwal pelaksanaan pada Desember 2026, penetapan cabor diharapkan segera dilakukan agar seluruh pihak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri.
Porprov XV di Kendari diharapkan tetap menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan atlet potensial Sultra, dengan penyelenggaraan yang menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. (redaksi)
