KENDARI, KABENGGA.ID (5 OKTOBER 2026 )— Salah satu tugas pokok dan kewajiban utama Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Rektor adalah mengawal Pemilihan Rektor hingga selesai demi keberlanjutan kepemimpinan kampus. Namun kenyataannya, proses Pilrek UHO justru mangkrak berbulan-bulan tanpa jadwal pasti maupun penjelasan resmi.
Karena itu, Firman Kultur Mahasiswa UHO mengajukan pertanyaan yang tak bisa dihindari:
“Ada kepentingan apa yang tersembunyi di balik penundaan yang begitu lama ini?”
Kami juga menyoroti sikap sejumlah kelompok kelembagaan mahasiswa: di awal kepemimpinan mereka turun ke jalan, bersuara lantang. Namun hari ini, saat Pilrek tertahan, mereka justru bungkam. Cek per cek ternyata benar: mereka terlalu mesra dengan birokrasi, bukan lagi sebagai mitra kritis, melainkan seolah menjadi tameng birokrasi yang menutupi segala persoalan.
Dan kepada Plt Rektor, kami sampaikan seruan tegas ini:
JIKA TIDAK BISA MENYELESAIKAN PILREK MAUPUN MEMBERI KEJELASAN UNTUK KEBERLANJUTAN KEPEMIMPINAN DI UHO — SILAHKAN MUNDUR!
Tidak boleh membiarkan proses demokrasi kampus terhenti tanpa alasan sah. Tidak boleh memegang amanah tanpa mampu menjalankannya.
Tuntutan Firman Kultur:
. Pilrek UHO segera dilaksanakan secara transparan dan sesuai aturan
- Plt Rektor wajib menjelaskan secara terbuka alasan penundaan ini
. Mundur jika tidak mampu mengawal proses hingga tuntas - Seluruh elemen kemahasiswaan kembali menjadi pengawas, bukan pengawal kekuasaan
“Kami tidak butuh penguasa yang berdiam diri. Kami butuh pemimpin yang berjalan lurus. Jika tak becus, berundurlah — jangan tahan masa depan kampus ini.”
Warga kampus tidak akan diam. Suara ini terus bergema sampai Pilrek terlaksana dengan jujur dan terbuka
