BUTON,KABENGGA.ID. – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) menggelar Workshop Literasi Media Digital di Balai Desa Hendea, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Mitigasi Bencana Hoaks di Era Digital” ini menjadi bagian dari implementasi program Kampus Berdampak sekaligus tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Literasi Media dan Digital bagi mahasiswa semester II Kelas B dan C.

Workshop diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas aparat pemerintah desa dan masyarakat setempat. Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai literasi digital, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung cara memverifikasi informasi menggunakan telepon pintar.

Mahasiswa memberikan edukasi tentang teknik mengecek kebenaran informasi yang beredar melalui SMS, grup WhatsApp, maupun media sosial seperti Facebook. Pendekatan tersebut mendapat respons positif karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sehari-hari aktif menggunakan media digital.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru dalam mengenali ciri-ciri berita hoaks dan modus penipuan digital yang kerap menyasar masyarakat.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah punya gambaran membedakan berita hoaks dan informasi yang benar. Dulu saya pernah ditelepon seseorang yang mengaku keluarga dan mengatakan bapaknya anak-anak mengalami kecelakaan sambil meminta uang. Setelah kami cek ternyata itu penipuan. Ilmu yang saya dapat hari ini akan saya bagikan kepada keluarga dan tetangga,” ujarnya.

Kepala Desa Hendea, La Alinja, S.H., mengapresiasi inisiatif mahasiswa UM Buton yang dinilainya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyebaran hoaks dan penipuan digital.

Menurutnya, edukasi semacam ini sangat dibutuhkan karena masih banyak masyarakat, bahkan aparat desa, yang belum memahami cara memverifikasi informasi yang diterima melalui media digital.

“Saya mengapresiasi mahasiswa UM Buton yang telah hadir memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Hendea. Brosur yang dibagikan juga akan kami teruskan kepada para guru untuk ditempel di sekolah agar anak-anak sejak dini memahami bahaya hoaks dan penipuan digital,” kata La Alinja.

Ia juga menyatakan Pemerintah Desa Hendea terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan UM Buton dalam berbagai program pengabdian kepada masyarakat, termasuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UM Buton sekaligus dosen pembina kegiatan, Harry Fajar Maulana, S.Sos., M.I.Kom., mengatakan workshop tersebut merupakan implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori di ruang kuliah dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Kegiatan mahasiswa ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah sekaligus wujud praktik langsung dari program Kampus Berdampak. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Buton berharap masyarakat Desa Hendea semakin kritis dalam menyaring informasi, mampu memverifikasi setiap kabar yang diterima, serta lebih bijak menggunakan media sosial sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun berbagai bentuk penipuan digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *