KENDARI, KABENGGA.ID.1 OKTOBER 2026) — Aliansi Manifesto Mahasiswa (AMM) mengecam dugaan praktik pungutan liar dan transaksi penerimaan siswa di SMAN 2 Kendari.

Dugaan tersebut mencuat setelah beredarnya rekaman suara yang diduga berasal dari oknum guru yang mengurus penerimaan siswa. Dalam rekaman itu disebutkan adanya permintaan uang sekitar Rp2,5 juta, di luar biaya resmi, bahkan calon siswa disebut harus menyiapkan lebih dari Rp3 juta jika ditambah biaya seragam.

Gito Roles, perwakilan AMM, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara tidak menganggap persoalan ini sebagai isu biasa, tetapi segera melakukan pemeriksaan secara terbuka untuk memastikan kebenarannya.

“Kami tidak ingin menghakimi berdasarkan rekaman semata. Tetapi dugaan seperti ini harus diperiksa secara serius. Kalau benar ada uang yang diminta untuk mendapatkan kursi sekolah, itu jelas menyangkut hak masyarakat dan integritas pendidikan,” tegas Gito Roles.

AMM juga menyoroti adanya pernyataan dalam rekaman yang diduga meminta persoalan tersebut tidak diketahui publik. Menurut AMM, hal itu semakin memperkuat pentingnya pemeriksaan terhadap mekanisme penerimaan siswa, data kuota, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam proses tersebut.

AMM mendesak Dikbud Sultra melakukan investigasi dan membuka data kuota penerimaan secara transparan. Jika ditemukan pelanggaran oleh ASN maupun pihak lainnya, AMM meminta agar diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tidak meminta siapa pun dihukum tanpa pemeriksaan. Kami hanya meminta satu hal: buka persoalannya secara terang. Jika tidak terbukti, sampaikan kepada publik. Jika terbukti, jangan ada yang dilindungi,” ujar Gito Roles.

AMM menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi atau bukti terkait dugaan pungutan dalam proses penerimaan siswa.

Pendidikan adalah hak masyarakat, bukan komoditas yang dapat diperjualbelikan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *