KENDARI,KABENGGA.ID.(30 September 2026).- Departemen Keperempuanan Eksekutif Komisariat Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (E-KOM LMND) Universitas Halu Oleo Kartini ariana mengecam keras dugaan tindakan perundungan (bullying) yang dialami mahasiswa UHO asal Muna yang viral di media sosial. Korban mengaku mendapatkan perlakuan ditirukan gerak tubuh dan ditertawakan oleh sesama mahasiswi hingga merasa tidak aman, tertekan, dan ingin pulang ke Raha serta berhenti kuliah. Bagi kami, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele atau dinormalisasi dengan alasan bercanda. Ketika sebuah candaan membuat seseorang kehilangan keberanian untuk melanjutkan pendidikan, maka itu adalah kekerasan verbal dan psikologis.
Kartini ariana juga menegaskan kampus seharusnya menjadi ruang yang aman, setara, dan bebas dari segala bentuk kekerasan bagi seluruh mahasiswa tanpa melihat latar belakang daerah, fisik, maupun cara berekspresi. Kami berdiri bersama korban dan mendesak agar suaranya didengar dan dilindungi, namun proses pemeriksaan tetap harus berjalan adil dan objektif tanpa penghakiman sepihak di media sosial.
Oleh karena itu, kami mendesak pihak Universitas Halu Oleo untuk hadir dan membuktikan bahwa mekanisme perlindungan mahasiswa benar-benar bekerja sesuai Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi yang berlaku sejak 14 Oktober 2024, serta komitmen UHO sendiri pada PKKMB 2026 yang menjamin adanya kanal pengaduan dan Satgas anti-kekerasan. Kami memberikan ultimatum tegas kepada UHO dalam waktu 3×24 jam untuk segera melakukan penelusuran dan investigasi transparan, memberikan perlindungan dan pendampingan penuh kepada terduga korban, serta jika terbukti bersalah, kami menuntut UHO menjatuhkan sanksi akademik setegas-tegasnya kepada terduga pelaku, tanpa pandang bulu organisasi, angkatan, maupun latar belakang. Jangan sampai kasus ini berhenti hanya sebagai perbincangan di media sosial. Jika UHO abai, maka UHO telah gagal menjadi ruang aman dan secara tidak langsung melanggengkan budaya bullying di lingkungan kampus.
Kartini Arriana
Ketua Departemen Keperempuanan E-KOM LMND UHO
