BOMBANA,KABENGGA.ID. – Krisis pasokan air yang mengancam lahan pertanian di Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, mendapat sorotan dari Ketua Satuan Tugas (Satgas) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Andhy Ardian. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum petani mengalami gagal panen akibat terganggunya sistem irigasi.
Keluhan tersebut disampaikan para petani dari sembilan desa di Kecamatan Lantari Jaya yang selama ini menggantungkan kehidupan mereka pada sektor pertanian. Para petani mengaku mulai khawatir karena pasokan air ke area persawahan terus berkurang dan berpotensi menyebabkan kekeringan.
Menurut keterangan petani, kondisi tersebut dipicu oleh menurunnya fungsi Bendung Langkowala yang berada di Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya. Bendung yang sebelumnya mampu mengairi ribuan hektare sawah di sejumlah desa kini tidak lagi berfungsi maksimal akibat sedimentasi yang menumpuk dan menutup aliran air.
Menanggapi keluhan itu, Andhy Ardian turun langsung meninjau kondisi Bendung Langkowala untuk memastikan situasi yang dikeluhkan petani.
“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sedimentasi di bendung sudah cukup parah dan berdampak pada berkurangnya pasokan air ke lahan pertanian masyarakat. Ini harus segera ditangani karena menyangkut nasib ribuan petani,” ujar Andhy.
Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait kondisi bendung tersebut. Dari hasil koordinasi, diketahui bahwa lokasi itu berada dalam wilayah Kabupaten Bombana sehingga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam penanganannya.
Meski demikian, Andhy menegaskan persoalan tersebut tidak boleh berlarut-larut hanya karena perbedaan kewenangan antarinstansi.
“Pemerintah Kabupaten Bombana, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Balai Wilayah Sungai sebaiknya duduk bersama membahas persoalan ini. Jangan saling lempar tanggung jawab, sementara petani terus dihantui ancaman kekeringan dan gagal panen,” tegasnya.
Menurutnya, Bendung Langkowala memiliki peran strategis sebagai sumber pengairan utama bagi ribuan hektare sawah di Kecamatan Lantari Jaya. Karena itu, penanganan sedimentasi harus menjadi prioritas demi menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Andhy juga meminta Pemerintah Kabupaten Bombana segera mengambil langkah konkret. Jika keterbatasan anggaran menjadi kendala, pemerintah daerah dapat mengusulkan bantuan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar perbaikan bendung dapat segera direalisasikan.
“Kalau memang anggaran daerah belum tersedia, pemerintah bisa mengajukan usulan bantuan. Yang terpenting adalah ada langkah nyata agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan petani tidak menjadi pihak yang paling dirugikan,” katanya.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak cepat menyelesaikan persoalan tersebut agar petani kembali mendapatkan kepastian pasokan air untuk mengelola lahan mereka.
“Harapan saya, petani di Lantari Jaya tidak lagi resah soal pengairan. Mereka harus bisa fokus meningkatkan produksi pertanian tanpa dibayangi ancaman kekeringan maupun gagal panen,” pungkasnya.(Red)
