KOLAKA, KABENGGA.ID.– Jalur ekstrem Tamborasi di Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, lagi-lagi menunjukkan wajah aslinya: sempit, curam, dan menyimpan ancaman di setiap tikungan. Jumat pagi (1/5/2026), sekitar pukul 09.18 Wita, dua truk bertonase besar bertabrakan keras di tanjakan kawasan itu.

Benturan tak terhindarkan. Dua kendaraan raksasa saling menghantam di ruang jalan yang nyaris tak memberi celah. Video amatir warga yang merekam detik-detik pascakejadian langsung menyebar liar di media sosial—menampilkan bagian depan kedua truk yang ringsek parah, seperti adu kekuatan tanpa ruang menghindar.

Ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Jalur Tamborasi sejak lama dikenal sebagai “titik uji nyali” bagi sopir kendaraan berat: badan jalan sempit, tanjakan curam, dan tikungan patah yang memaksa kendaraan besar berbagi ruang dalam kondisi nyaris mustahil.

Kasat Lantas Polres Kolaka, Iptu Nicho Try Hardianto, membenarkan insiden tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa, meski kerusakan kendaraan tergolong berat.

“Iya benar. Tidak ada korban jiwa. Kedua belah pihak juga sudah sepakat berdamai,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5).

Namun ada fakta yang mengundang tanda tanya. Saat petugas tiba di lokasi, kedua kendaraan yang terlibat justru sudah tidak berada di tempat.

“Anggota ketika tiba di lokasi sudah tidak ada,” tambahnya singkat.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan: seberapa cepat insiden itu “diselesaikan” hingga jejak fisiknya lenyap sebelum aparat melakukan penanganan di tempat?

Arus lalu lintas kini memang telah kembali normal. Tapi satu hal tak berubah—jalur Tamborasi tetap menjadi ancaman nyata yang seolah dibiarkan tanpa solusi konkret. Setiap insiden yang terjadi hanya berujung imbauan, tanpa langkah serius untuk menata ulang jalur rawan tersebut.

Polisi kembali mengingatkan pengguna jalan, khususnya sopir kendaraan berat, agar meningkatkan kewaspadaan. Namun tanpa pembenahan infrastruktur dan pengawasan ketat, Tamborasi berpotensi terus mengulang cerita yang sama—menunggu korban berikutnya.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *