Kendari – Pemkot Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan realisasi program revitalisasi bagi 1.200 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diwilayah kota Kendari. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menjelaskan upaya penanganan terus dilakukan secara bertahap guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya yang tinggal dalam kondisi hunian kurang layak .
Usulan perbaikan rumah telah diajukan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk tahun anggaran 2026. Usulan ini bertujuan untuk memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat guna mempercepat pemenuhan hunian yang layak. Program ini diharapkan mampu mengurangi secara signifikan jumlah kawasan kumuh sekaligus memberikan hunian yang lebih sehat dan aman bagi warga .
“Kita fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya adalah tempat tinggal yang aman dan layak huni. Program ini menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya, Kamis.
Untuk merealisasi program tersebut pemerintah mengandalkan sejumlah pendanaan diantaranya berasal dari dana aspirasi anggota DPR RI, reward yang diberikan oleh Kementerian Perumahan, termasuk dari alokasi anggaran dari APBD Kota Kendari
Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu fokus utama program perumahan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto . Program perbaikan atau renovasi RTLH ini menjadi bagian integral dari target yang lebih besar, yaitu pembangunan 3 juta rumah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.(redaksi)
