BOMBANA – Tiga hari pasca perayaan Idul Fitri, warga Kabupaten Bombana digegerkan oleh penemuan jasad seorang nelayan yang mengapung di perairan Pulau Kofano, Desa Masaloka Barat, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya, Selasa pagi (24/3/2026).

Korban diketahui bernama Laode (55), warga Desa Masaloka Selatan. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.00 WITA oleh Abbas (56), sesama nelayan asal Desa Toli-toli, Kecamatan Mataoleo.

Temuan itu bermula saat Abbas melihat sesuatu mencurigakan mengapung sekitar 50 meter dari posisi sampannya. Rasa penasaran membawanya mendekat. Namun, yang ia dapati bukan sekadar benda hanyut, melainkan tubuh manusia yang sudah tak lagi bernyawa.

“Awalnya saksi mengira benda biasa, tapi setelah didekati ternyata jasad manusia,” ungkap Kasihumas Polres Bombana, IPTU Abdul Hakim.

Dalam kondisi keterbatasan alat, Abbas tak mampu mengangkat jasad tersebut ke atas perahunya. Ia kemudian mengambil keputusan darurat—mengikat tubuh korban dengan tali ke sampannya, lalu menariknya perlahan menuju daratan terdekat di Desa Batu Sempe Indah.

Setibanya di darat, warga langsung berdatangan. Proses identifikasi pun dilakukan secara spontan hingga akhirnya Yusbian, keponakan korban, memastikan bahwa jasad tersebut adalah pamannya yang diketahui melaut sejak subuh.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penyisiran, ditemukan sampan milik korban dalam kondisi terbalik di laut—indikasi awal yang memperkuat dugaan kecelakaan saat melaut.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos biru tua bertuliskan “JUST DO IT” dan celana pendek.

Keterangan keluarga menyebutkan, Laode berangkat melaut sekitar pukul 04.00 WITA untuk memancing, seperti rutinitas hariannya. Namun, korban juga memiliki riwayat penyakit epilepsi yang berpotensi memicu kejang secara tiba-tiba, termasuk saat berada di laut.

“Pemeriksaan luar oleh tenaga medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Waktu kematian diperkirakan sekitar satu jam sebelum ditemukan,” jelas Abdul Hakim.

Meski begitu, sejumlah pertanyaan masih menyisakan ruang spekulasi—terutama terkait bagaimana persisnya peristiwa itu terjadi di tengah laut.

Pihak keluarga memilih menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Desa Masaloka Selatan untuk dimakamkan.

Sementara itu, aparat Polsek Rumbia bersama Sat Reskrim Polres Bombana memastikan telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari olah TKP hingga pemeriksaan saksi guna memastikan tidak ada unsur lain di balik peristiwa tersebut.

“Semua prosedur sudah dilakukan, dan laporan resmi tengah disusun,” pungkas Abdul Hakim.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *