Bajoe, 17 Maret 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan penyesuaian operasional layanan penyeberangan dengan mengalihkan sementara lintasan Bajoe – Kolaka ke lintasan Siwa – Kolaka. Pengalihan ini berlaku mulai 1 April hingga 1 Juni 2026 sebagai bagian dari proses perbaikan struktur movable bridge di Dermaga 1 Pelabuhan Bajoe.
Direktur Utama Heru Widodo menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan keselamatan operasional transportasi penyeberangan.
“Perbaikan fasilitas movable bridge ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan keandalan infrastruktur penyeberangan. Kami memastikan proses pengalihan layanan tetap disertai penyesuaian operasional yang terukur, sehingga mobilitas masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Heru.
Kebijakan pengalihan lintasan ini juga mengacu pada surat Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat nomor AP.201/1/16/DJPD/2026. Dalam ketentuan tersebut ditegaskan bahwa struktur tarif pada lintasan Siwa – Kolaka tetap sama dengan tarif yang sebelumnya berlaku pada lintasan Bajoe – Kolaka, sehingga pengguna jasa tidak mengalami perubahan biaya yang signifikan.

Sebagai bagian dari kesiapan operasional selama masa pengalihan, ASDP menyiapkan sejumlah kapal yang dioperasikan oleh operator swasta untuk melayani rute Siwa – Kolaka. Armada yang disiapkan antara lain KMP Mishima, KMP Masagena, KMP Kota Bumi, KMP Permata NST, KMP Raja Dilaut, dan KMP Fais.
Selain itu, KMP Kota Bumi juga dijadwalkan mulai memperkuat layanan pada pekan kedua Maret 2026 guna memastikan kesiapan operasional sebelum pengalihan lintasan diberlakukan.
General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pengalihan lintasan berjalan lancar dan aman.
“Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo dan pihak terkait lainnya, akan diberlakukan pembatasan berat kendaraan maksimal 30 ton demi menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran. Sementara itu, pengaturan jadwal operasional kapal serta pola perjalanan masih dalam tahap pembahasan bersama seluruh stakeholder,” jelas Anom.
Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi sangat penting untuk memastikan pola operasional yang diterapkan mampu menjaga kelancaran arus penyeberangan selama masa pengalihan berlangsung.
Data operasional ASDP menunjukkan bahwa sepanjang Januari 2025 hingga Februari 2026, Pelabuhan Bajoe telah melayani lebih dari 28 ribu penumpang dan sekitar 56 ribu unit kendaraan. Angka tersebut menggambarkan peran strategis pelabuhan ini dalam mendukung konektivitas transportasi antarwilayah di Sulawesi.
Dengan persiapan operasional yang matang serta koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak, ASDP berharap proses pengalihan lintasan ini dapat berjalan optimal sekaligus tetap memberikan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.
Informasi Harga Tiket
- Penumpang
Ekonomi Dewasa : Rp102.000
Ekonomi Anak : Rp9.600
- Kendaraan
Golongan I : Rp130.410
Golongan II : Rp255.300
Golongan III : Rp496.590
Golongan IV Penumpang : Rp1.792.525
Golongan IV Barang : Rp1.742.605
Golongan V Penumpang : Rp3.329.680
Golongan V Barang : Rp2.954.200
Golongan VI Penumpang : Rp5.646.305
Golongan VI Barang : Rp4.706.545
Golongan VII : Rp5.720.045
Golongan VIII : Rp8.052.905
Golongan IX : Rp11.914.405
Catatan: Tarif tersebut belum termasuk biaya asuransi dan retribusi masuk pelabuhan.
Corporate Secretary
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
