KUROLABU — Rapat desa yang digelar pada awal Januari 2026 di Desa Kurolabu kembali berlangsung ricuh dan berujung tanpa hasil. Kericuhan dipicu dugaan adanya provokasi dari salah satu peserta rapat, sehingga jalannya forum menjadi tidak kondusif dan menggagalkan pembahasan utama terkait penyaluran bantuan pemberdayaan desa yang hingga kini belum diterima masyarakat.
Andi Pranata, mantan Ketua HIPMAKUBRA sekaligus Jenderal Lapangan dalam aksi demonstrasi sebelumnya, menyebut ketegangan bermula saat seorang oknum diduga bertindak sebagai provokator dan memancing emosi antarpeserta rapat. Akibatnya, agenda pembahasan distribusi bantuan kembali tertunda.
“Situasi rapat tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Padahal masyarakat hanya ingin kejelasan terkait bantuan pemberdayaan yang sudah lama dijanjikan,” ujar Andi.
Ia juga mengungkapkan, sejumlah warga mencurigai adanya “permainan” antara oknum tertentu dengan aparat desa. Kecurigaan tersebut muncul lantaran penyaluran bantuan terus mengalami hambatan tanpa penjelasan yang transparan dari pemerintah desa.
Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam HIPMAKUBRA bersama masyarakat Desa Kurolabu telah menggelar aksi demonstrasi menuntut kejelasan penyaluran bantuan pemberdayaan desa. Dalam aksi tersebut, aparat desa sempat melakukan hearing dengan massa aksi dan bersepakat bahwa bantuan akan disalurkan sebelum bulan Desember. Namun hingga rapat desa terakhir digelar, komitmen tersebut belum juga direalisasikan.
Kondisi ini kembali memicu kekecewaan masyarakat. Warga menilai pemerintah desa tidak konsisten terhadap janji yang telah disampaikan dan mendesak adanya transparansi dalam pengelolaan program pemberdayaan desa. Mereka juga meminta agar pihak-pihak yang diduga menghambat proses distribusi bantuan ditindak tegas.
Rapat desa akhirnya ditutup lebih awal akibat situasi yang semakin tidak terkendali. Masyarakat berharap Pemerintah Desa Kurolabu segera mengambil langkah konkret agar bantuan pemberdayaan yang dijanjikan dapat segera disalurkan, tanpa kembali memicu kegaduhan di kemudian hari.(redaksi).
