Bombana, Kabengga.id (8 januari 2026) — Lembaga Investigasi Nasional (LIN) menyoroti kondisi fisik pekerjaan “Pembangunan Gedung Olahraga Volleyball” di Kabupaten Bombana yang didanai APBD Tahun Anggaran 2025 dengan pagu Rp 940.000.000 (termasuk PPN).

LIN menerima dan mendokumentasikan temuan retak-retak pada permukaan beton yang muncul hanya dalam hitungan hari pasca pekerjaan dilakukan/selesai pada beberapa bagian area. Pada dokumentasi lapangan terlihat retak memanjang, beberapa titik pengelupasan/keropos permukaan, serta area yang menahan genangan (indikasi kerataan/finishing dan drainase permukaan yang buruk). Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap mutu pekerjaan yang semestinya sepadan dengan nilai anggaran dan spesifikasi teknis.

Informasi pekerjaan (berdasarkan dokumen kegiatan)

Pekerjaan ini berada di Kawasan GOR Kel. Lampopala, Kec. Rumbia, dengan lingkup antara lain pekerjaan persiapan, pekerjaan tribun, serta bangunan ruang ganti dan WC. 
Jangka waktu pelaksanaan direncanakan 120 hari kalender.

Catatan LIN

LIN menegaskan: retak dini pada beton tidak bisa dianggap “retak rambut biasa” sebelum ada pembuktian teknis. Retak dapat dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:
• mutu campuran beton tidak sesuai,
• curing/perawatan beton buruk,
• ketebalan/penulangan tidak sesuai,
• susut plastik/termal,
• pelaksanaan pengecoran dan finishing yang tidak memenuhi prosedur.

Kalau anggaran ratusan juta tapi hasilnya “baru seumur jagung sudah retak”, publik wajar bertanya: ini bangunan olahraga atau koleksi garis-garis abstrak?

Tuntutan dan rekomendasi LIN

Untuk menjaga akuntabilitas penggunaan APBD dan keselamatan pemanfaatan fasilitas publik, LIN mendesak:
1. Inspeksi teknis bersama (PPK/KPA, konsultan pengawas, penyedia, dan unsur independen) serta membuka hasilnya ke publik.
2. Uji mutu beton dan pekerjaan pada titik retak (minimal: hammer test & core drill pada sampel, uji ketebalan, serta evaluasi sambungan/permukaan).
3. Audit dokumen mutu: metode kerja, laporan harian, bukti curing, hasil uji material, dan serah-terima (bila ada).
4. Penghentian sementara pembayaran termin pada bagian yang bermasalah sampai ada perbaikan yang sah dan terverifikasi.
5. Perbaikan permanen (bukan tambal sulam kosmetik) dan pemberlakuan tanggung jawab penyedia sesuai kontrak/ketentuan retensi.

LIN mendukung pembangunan fasilitas olahraga untuk masyarakat Bombana. Tapi dukungan itu bukan cek kosong. Uang publik wajib berubah jadi kualitas publik.

Penutup

LIN akan menyampaikan temuan dokumentasi lapangan ini secara resmi kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme pengawasan dan aturan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *