Kendari — Kabengga.id ll Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2025, yang dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus melalui Zoom Meeting, Senin (29/12/2025).

Rakor nasional ini menjadi forum strategis untuk menyamakan langkah pusat dan daerah dalam mengantisipasi potensi gejolak harga serta melindungi daya beli masyarakat.

Mewakili Pemerintah Kota Kendari, Staf Ahli Setda Kota Kendari, Alda Kesutan Lapae, hadir bersama jajaran perangkat daerah terkait. Kehadiran tersebut menegaskan keseriusan Pemkot Kendari dalam mengawal kebijakan pengendalian inflasi agar tetap sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Sejumlah instansi teknis turut terlibat dalam rakor ini, termasuk Dinas Perdagangan dan Dinas Perumahan, serta unsur penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri Kendari dan Polresta Kendari. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pengendalian inflasi merupakan agenda lintas sektor yang menuntut sinergi kebijakan dan pengawasan.

Agenda rakor tidak hanya berfokus pada stabilitas harga, tetapi juga mengulas dukungan pemerintah daerah terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah — program prioritas untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bagi Pemkot Kendari, program perumahan ini tidak sekadar pembangunan fisik, melainkan instrumen penting menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Penyediaan hunian layak dinilai mampu menekan beban pengeluaran masyarakat sekaligus memberi dampak tidak langsung terhadap pengendalian inflasi.

Melalui keikutsertaan dalam forum ini, Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mendukung keberhasilan program strategis nasional./DR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *