MUNA BARAT.KABENGGA.ID. — Fasilitas umum di kawasan Pelabuhan Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat, kembali menjadi sorotan. Kali ini, pengguna jasa mengeluhkan sulitnya mengakses toilet atau WC yang tersedia di kawasan pelabuhan.Ironisnya, saat dibutuhkan, pintu WC justru dalam kondisi terkunci.
Keluhan tersebut disampaikan seorang Pria NI (26)Thn, penumpang kapal Fery tujuan kendari yang hendak menggunakan toilet untuk buang air. Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati pintu WC terkunci.
Ia kemudian berupaya mencari petugas untuk menanyakan siapa yang memegang kunci toilet tersebut. Namun, menurut keterangannya, pegawai yang berada di sekitar kawasan pelabuhan juga tidak mengetahui secara pasti siapa yang memegang kunci.
“Saya mau buang air, baru WC Pelabuhan Tondasi terkunci. Saya sudah tanya pegawainya, tetapi tidak ada yang tahu siapa yang pegang kuncinya,” ungkap pengguna jasa tersebut saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon WhatsApp.Sabtu 12/9/26.
Fasilitas Ada, tetapi Sulit Diakses
Menurut pengguna jasa, persoalan tersebut memang terlihat sederhana. Namun, situasinya bisa menjadi masalah ketika masyarakat membutuhkan toilet dalam kondisi mendesak.
Apalagi, pelabuhan merupakan fasilitas pelayanan publik yang setiap hari digunakan masyarakat dari berbagai wilayah.
Pengguna jasa yang berada di Pelabuhan Tondasi tidak semuanya merupakan warga sekitar. Sebagian datang dari desa maupun wilayah lain untuk melakukan perjalanan, mengantar atau menjemput keluarga, menunggu penumpang, hingga menunggu keberangkatan kapal.
Dalam kondisi tersebut, toilet yang bersih, layak, dan mudah diakses merupakan fasilitas dasar yang semestinya tersedia dan dapat digunakan ketika dibutuhkan.
Masyarakat Pertanyakan Pengelolaan WC
Masyarakat mempertanyakan alasan fasilitas WC yang telah tersedia justru dalam keadaan terkunci ketika hendak digunakan.
Jika memang terdapat aturan tertentu mengenai waktu penggunaan toilet, masyarakat berharap aturan tersebut disampaikan secara jelas.
Begitu pula jika toilet dikunci karena alasan keamanan, kebersihan, atau perawatan, pihak pengelola semestinya menyiapkan petugas yang dapat memberikan akses kepada pengguna jasa ketika fasilitas tersebut diperlukan.
Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan toilet justru harus mencari-cari siapa pemegang kunci, sementara informasi mengenai petugas yang bertanggung jawab tidak jelas.
Keluhan ini juga dinilai tidak semestinya dianggap sebagai persoalan sepele. Sebab, kualitas pelayanan fasilitas publik salah satunya tercermin dari kemudahan masyarakat dalam memperoleh akses terhadap fasilitas dasar yang telah disediakan.
Pengelola Diminta Responsif
Pelabuhan bukan hanya tempat naik dan turunnya penumpang. Berbagai fasilitas pendukung di dalamnya juga menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, masyarakat berharap pengelola Pelabuhan Tondasi melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi WC yang dilaporkan terkunci serta memastikan mekanisme penggunaannya jelas.
Jika toilet memang diperuntukkan bagi pengguna jasa pelabuhan, akses penggunaannya perlu dipastikan selama aktivitas pelayanan pelabuhan berlangsung.
Selain akses, kondisi kebersihan dan kelayakan toilet juga diharapkan menjadi perhatian. Fasilitas yang tersedia jangan sampai hanya menjadi bangunan secara fisik, tetapi sulit dimanfaatkan ketika masyarakat benar-benar membutuhkannya.
Minta Ada Petugas yang Jelas
Masyarakat juga berharap pengelolaan fasilitas umum di Pelabuhan Tondasi dilakukan secara lebih tertib dan responsif.
Setiap fasilitas yang disediakan untuk kepentingan masyarakat semestinya memiliki petugas yang jelas serta mekanisme pelayanan yang mudah dipahami.
Apabila terdapat kendala dalam penggunaan WC, pihak pengelola diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka agar masyarakat tidak kebingungan mengenai alasan fasilitas tersebut tidak dapat digunakan.
Keberadaan petugas yang mudah ditemui selama jam operasional pelabuhan juga penting, terutama untuk membantu pengguna jasa yang membutuhkan fasilitas umum.
Keluhan WC terkunci ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait agar pelayanan publik di Pelabuhan Tondasi dapat terus diperbaiki.
Masyarakat pada prinsipnya tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap fasilitas dasar yang telah disediakan dapat digunakan sebagaimana mestinya ketika dibutuhkan.
Terlebih bagi penumpang yang sedang menunggu keberangkatan atau masyarakat yang berada cukup lama di kawasan pelabuhan, keberadaan toilet merupakan kebutuhan penting.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola Pelabuhan Tondasi mengenai alasan WC tersebut terkunci, kapan toilet dapat digunakan, serta siapa petugas yang bertanggung jawab memegang kuncinya.
Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi sekaligus memastikan akses terhadap fasilitas WC dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Dengan adanya perhatian dan perbaikan pelayanan, masyarakat berharap Pelabuhan Tondasi dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi seluruh pengguna jasa, sehingga fasilitas umum yang telah tersedia benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat./SR.
