Kendari — Kabengga.id. ll Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., menegaskan peran strategis Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam membangun sumber daya manusia berkarakter luhur sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan bangsa. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VII LDII Sultra di Hotel Sahid Azizah Syariah Kendari, Jumat (19/12/2025).

Mengusung tema “Penguatan SDM Berkarakter Luhur Menuju Terwujudnya Sultra Maju, Masyarakat Aman, Sejahtera, dan Religius”, Muswil VII LDII menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan sinergi LDII dengan pemerintah dalam membentuk manusia unggul, berdaya saing, dan berakhlak.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat mengapresiasi LDII. Program-programnya nyata, menyentuh masyarakat, dan sejalan dengan arah pembangunan daerah maupun nasional. Ke depan, sinergi ini akan terus diperkuat,” ujar Hugua dalam sambutannya.

Muswil tersebut dihadiri Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPW LDII Pusat, unsur Forkopimda Sultra, pimpinan OPD Pemprov Sultra, Ketua Majelis Ulama, tokoh NU dan Muhammadiyah, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan lintas agama se-Sulawesi Tenggara.

Dalam paparannya, Wagub mengulas struktur ekonomi Sultra yang hingga kini masih ditopang sektor riil yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Sekitar 23 persen perekonomian daerah bergantung pada sektor pertanian dalam arti luas, sementara pertambangan berkontribusi sekitar 20 persen, dan perdagangan umum 18 persen.

Namun, Hugua menegaskan bahwa besarnya kontribusi pertambangan tidak sepenuhnya berdampak langsung pada pendapatan daerah karena sebagian besar masuk sebagai pendapatan nasional sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Karena itu, kehidupan masyarakat Sultra sejatinya sangat bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan.

“Di titik inilah peran organisasi kemasyarakatan seperti LDII menjadi sangat relevan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat pada sektor-sektor yang menopang kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Hugua menilai tema Muswil VII LDII selaras dengan visi Sulawesi Tenggara Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius, sekaligus sejalan dengan Asta Cita, khususnya poin kedelapan tentang pembangunan manusia yang harmonis dengan lingkungan, budaya, dan penguatan toleransi antarumat beragama.

Ia menjabarkan makna visi tersebut secara komprehensif. Aman dimaknai sebagai kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif. Sejahtera menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi untuk memperkuat kapasitas 17 kabupaten/kota melalui peran aktif perangkat daerah. Sementara religius tidak semata dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi tercermin dalam disiplin, integritas, toleransi, dan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, Wagub juga mengaitkan peran LDII dengan agenda besar nasional Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia akan menghadapi bonus demografi dengan sekitar 70 persen penduduk berada pada usia produktif, sebuah peluang besar sekaligus tantangan serius di tengah derasnya pengaruh media sosial terhadap karakter generasi muda.

“Generasi emas harus dibangun di atas tiga pilar utama: kualitas, kompetensi, dan mental juara. Tanpa karakter luhur, bonus demografi justru bisa menjadi beban,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Hugua mengajak LDII dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandeng tangan membangun program pembinaan karakter yang berkelanjutan.

“Semoga Muswil ini melahirkan program-program bermakna, agar kita dapat mewariskan generasi berakhlak mulia dan masa depan Sulawesi Tenggara yang lebih baik,” pungkasnya.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *