“Langkah Strategis Membangun SDM Kesehatan dan Memperluas Akses Pendidikan Kedokteran Gigi di Kepulauan Buton”

BUTON UTARA ,KABENGGA.ID.— Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara mulai menjajaki kerja sama strategis terkait pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Buton (FKG UM. Buton), 14/10/2026.

Penjajakan ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia bidang kesehatan di wilayah Kepulauan Buton dan sekitarnya.

Kehadiran pendidikan kedokteran gigi di kawasan ini diharapkan tidak sekadar menjadi pengembangan institusi pendidikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Melalui penjajakan kerja sama tersebut, UM Buton dan Pemda Buton Utara membuka ruang pembahasan mengenai berbagai bentuk kolaborasi yang memungkinkan, mulai dari dukungan terhadap pengembangan pendidikan, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan fasilitas kesehatan, penelitian, hingga program pengabdian kepada masyarakat.

Bukan Sekedar Pendidikan

Pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi memiliki arti strategis bagi kawasan Kepulauan Buton. Selama ini, akses terhadap pendidikan tinggi bidang kesehatan masih menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di daerah kepulauan.

Dengan berkembangnya pendidikan kedokteran gigi di wilayah regional, generasi muda dari Buton Utara dan daerah sekitarnya diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk menempuh pendidikan profesional tanpa harus selalu meninggalkan daerah asal.

Rektor UM. Buton Dr. Hj. Wa Ode Alzarliani, SP, MM, mengucapkan terima kasih atas atensi dan jamuan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara, secara khusus kepada Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara yang telah menerima kunjungan UM. Buton untuk menjalin kerjasama dalam pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi UM. Buton.

“Alhamdulillah, Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara akan mempersiapkan putra-putri terbaik untuk menempuh pendidikan di FKG UM. Buton”, ungkapnya.

Di sisi lain, keberadaan institusi pendidikan kedokteran gigi juga berpotensi memperkuat ekosistem kesehatan melalui kegiatan edukasi, promotif, preventif, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Ini bukan semata-mata berbicara tentang membangun sebuah fakultas. Lebih jauh dari itu, kita sedang membicarakan investasi sumber daya manusia dan masa depan kesehatan masyarakat di kawasan Kepulauan Buton,” lanjut Rektor UM. Buton dua periode ini.

Pemda dan Perguruan Tinggi Harus Bersinergi

Pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, sementara perguruan tinggi memiliki kapasitas akademik, keilmuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, sinergi keduanya diharapkan mampu melahirkan program yang konkret dan berkelanjutan.

Penjajakan kerja sama UM Buton dan Pemda Buton Utara diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan dan kesehatan.

Apri Awo selaku Badan Pembina Harin (BPH) UM. Buton menambahkan bahwa,
jika proses ini dapat diwujudkan sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku, pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi UM Buton diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM kesehatan sekaligus memperkuat posisi Buton sebagai salah satu kawasan pengembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara.

Menuju Pusat Pendidikan Kesehatan di Kawasan Kepulauan Buton

Apri Awo menambahkan ke depan, pembahasan kerja sama akan diarahkan pada langkah-langkah teknis sesuai kewenangan masing-masing pihak, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar dan persyaratan pendidikan kedokteran gigi.

UM Buton dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara diharapkan dapat membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan program nyata, terukur, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Sebab, membangun pendidikan kesehatan di daerah bukan hanya membangun gedung dan institusi.

“Membangun pendidikan kedokteran adalah membangun manusia, membangun kualitas kesehatan, dan menyiapkan masa depan daerah, khususnya di kawasan Kepulauan Buton”, tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *