Kendari – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari mengumpulkan sejumlah Penghulu, Penyuluh Agama Islam termasuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Urusan Agama (KUA) dalam rangka optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan Zakat, Kamis, 18 Juni 2026.
“Kegiatan ini adalah dalam rangka optimalisasi pengumpulan Zakat dari masyarakat. Karena selama ini Baznas Kota Kendari menerima zakat sekitar 90% itu bersumber dari ASN se-kota Kendari,” ungkap ketua Baznas kota Kendari Drs. H. Amri Natsir M.Si. disela-sela diskusi.
Padahal menurut Amri, potensi Zakat dari masyarakat, itu jauh lebih tinggi yakni berkisar 292 miliar per tahun. Sehingga diharapkan dengan pertemuan tersebut, para penyuluh, penghulu dan pengurus UPZ di masing-masing KUA kecamatan se-kota Kendari untuk bisa aktif memberikan motivasi kepada masyarakat agar proaktif mengeluarkan zakat.
“Sehingga untuk berzakat, saya kira mereka tidak sulit dimotivasi. Masyarakat pasti memiliki kesadaran tinggi untuk berzakat, hanya mungkin ada kendalanya. Mereka belum tahu dimana harus menyetor zakat,” ujar Amri didampingi Abdul Halim ketua panitia dialog dan diskusi.
Meski demikian, jika KUA sudah menerapkan UPZ, hal itu akan dekat dengan masyarakat, sehingga akan lebih mudah menyampaikan keluhan mereka melalui UPZ KUA di setiap kecamatan.
“Sebenarnya, kita sudah membentuk UPZ sejak lama, tetapi sampai sekarang belum berjalan optimal,” tuturnya.
Karena itu, ketua Baznas kota Kendari ini berharap, setelah pertemuan tersebut para penghulu, penyuluh agama Islam maupun UPZ KUA bisa berjalan maksimal, sehingga pengumpulan zakat bisa lebih meningkat.
“Mudah-mudahan target kita untuk tahun 2026 ini bisa terpenuhi 100% dengan dukungan dari teman-teman UPZ di masing-masing KUA,” imbuhnya.
Dialog dan diskusi mengenai Sinergi Baznas bersama penghulu, penyuluh Agama Islam dan UPZ KUA dalam oprtimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan Zakat di kota Kendari dihadiri
Ketua Baznas Sultra Punardin, S.Ag., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, Hj. Marni, S.Ag., M.Pd, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kendari Prof. Dr. H. Moh. Yahya Obaid (redaksi)
