Kendari – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menargetkan perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dapat terealisasi sebelum akhir 2026. Saat ini, proses transformasi tersebut disebut telah memasuki tahapan akhir dan tinggal menunggu sejumlah proses administratif di tingkat pusat.
Rektor IAIN Kendari, Husain Insawan, mengatakan progres alih status dari IAIN menjadi UIN berjalan cukup baik. Dari sekitar 15 tahapan yang harus dilalui, kampus tersebut kini hanya menyisakan dua hingga tiga tahapan lagi.
“Alhamdulillah, progres perubahan bentuk dari IAIN menjadi UIN cukup baik. Mudah-mudahan tidak lewat dari tahun ini IAIN Kendari sudah bertransformasi menjadi UIN Kendari,” kata Husain kepada wartawan, Kamis
Ia menjelaskan, seluruh persyaratan yang dibutuhkan telah dijalankan secara bertahap. Saat ini, pihak kampus tinggal menuntaskan proses akhir sebelum keputusan resmi diterbitkan pemerintah pusat.
Menurut Husain, salah satu tahapan yang paling menentukan adalah terbitnya penetapan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkait perubahan bentuk kelembagaan tersebut.
“Secara keseluruhan ada sekitar 15 tahapan yang harus kami lalui. Sekarang ini kami sudah memasuki tahap akhir, yakni menunggu penetapan Presiden RI tentang perubahan bentuk dari IAIN Kendari menjadi UIN Kendari,” ujarnya.
Husain menegaskan, perubahan status itu menjadi harapan besar civitas academica IAIN Kendari.
Selain memperluas pengembangan kelembagaan, transformasi menjadi UIN juga diharapkan membuka peluang hadirnya program studi yang lebih beragam dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pihak kampus menargetkan seluruh proses dapat rampung pada tahun ini.
“Target kami tidak boleh lewat dari tahun ini. Mudah-mudahan semua tahapan berjalan lancar sehingga IAIN Kendari segera resmi menjadi UIN Kendari,” pungkasnya (redaksi)
