Kapolda: Jangan Beri Ruang Gangguan Kamtibmas, Tindak Tegas Spekulan dan Biang Kerawanan

KENDARI – KABENGGA.ID ll Polda Sulawesi Tenggara resmi menyatakan kesiapan penuh mengamankan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Komitmen itu ditegaskan dalam Apel Siaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang digelar di Lapangan Eks MTQ Kendari, Jumat (20/2/2026).

Apel siaga dipimpin langsung Kapolda Sultra, Didik Agung Widjanarko, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, serta dihadiri jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi vertikal, termasuk Korem 143/Halu Oleo.

Ratusan personel gabungan diterjunkan dalam apel tersebut, terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, pengamanan swakarsa, Senkom Mitra Polri, organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online hingga pelajar SMA.

Mobilitas Naik, Potensi Gangguan Mengintai

Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga periode dengan peningkatan aktivitas masyarakat yang signifikan.

“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Namun meningkatnya mobilitas masyarakat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Ini harus kita antisipasi bersama,” tegas Didik.

Ia meminta seluruh jajaran melakukan pemetaan kerawanan di tiap wilayah hukum, mulai dari potensi balap liar, petasan, pencurian, gangguan ketertiban malam hari, hingga kepadatan lalu lintas jelang berbuka dan sahur.

Kapolda menekankan respons cepat, tepat, dan terukur menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan.

Patroli Diperkuat, Pasar Tumpah Ditertibkan

Instruksi tegas juga diberikan agar personel mengedepankan langkah preventif, preemtif, dan humanis, dengan meningkatkan kehadiran di lapangan, khususnya pada jam-jam rawan.

Patroli rutin akan diperkuat, termasuk pengawasan terhadap pasar tumpah yang kerap memicu kemacetan dan potensi kecelakaan lalu lintas.

Tak hanya itu, Kapolda turut menyoroti aspek ekonomi. Pengawasan distribusi dan ketersediaan bahan pokok menjadi perhatian serius untuk mencegah lonjakan harga dan praktik spekulasi selama Ramadan.

“Stabilitas keamanan dan stabilitas harga harus berjalan beriringan. Penegakan hukum akan dilakukan secara proporsional dan humanis, namun tegas terhadap pelanggaran,” ujarnya.

Tanggung Jawab Bersama

Kapolda menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan bukan semata tugas aparat, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Sinergi lintas sektoral diminta terus diperkuat, termasuk mendorong partisipasi aktif warga dalam melaporkan potensi gangguan kamtibmas.

Dengan kesiapsiagaan ini, Polda Sultra memastikan seluruh rangkaian ibadah Ramadan di Sulawesi Tenggara dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

“Jangan beri ruang bagi gangguan keamanan di bulan suci ini,” pungkas Kapolda.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *