Kendari – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyebut meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah menjadi salah satu penyebab antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Meski terjadi lonjakan permintaan, Pertamina memastikan stok pertalite maupun pertamax di Fuel Terminal dan seluruh SPBU di Kota Kendari dalam kondisi aman.
Penyaluran BBM juga terus dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Sales Branch Manager II Fuel Sultra Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Didi Rushadi, mengatakan konsumsi pertalite mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Salah satu penyebabnya karena momentum libur panjang sekolah.
“Dalam beberapa hari terakhir terdapat peningkatan konsumsi pertalite di Kota Kendari, salah satunya dipengaruhi oleh momentum libur sekolah yang meningkatkan mobilitas masyarakat, termasuk kedatangan kendaraan dari berbagai daerah di Sultrs sehingga kebutuhan BBM ikut meningkat,” ujar Didi melalui keterangan resminya, Selasa.
Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi tingginya permintaan tersebut, Pertamina memprioritaskan distribusi ke SPBU yang memiliki tingkat konsumsi tinggi.
Selain itu, pihaknya memastikan ketersediaan stok pertalite di seluruh SPBU di Kota Kendari tetap terjaga.
Ia juga menambahkan pertamina akan memperkuat pengawasan pelaksanaan program subsidi tepat di SPBU guna mengantisipasi potensi transaksi yang tidak sesuai ketentuan sehingga penyaluran BBM subsidi dapat tepat sasaran.
Ketua DPC IV Hiswana Migas Sultra, Fahd Atsur, mengatakan seluruh SPBU di Kota Kendari terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah meningkatnya jumlah konsumen.
“Kami terus berkoordinasi dengan pertamina untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Pengaturan antrean dilakukan agar proses pengisian berlangsung tertib, aman, dan memberikan kesempatan kepada seluruh konsumen yang berhak memperoleh BBM subsidi sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik
Hardiyanto, menandaskan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di Kendari.
Menurutnya, Pertamina telah memaksimalkan peran marshal di SPBU untuk membantu pengaturan antrean, berkoordinasi dengan Integrated Terminal Kendari dalam menentukan prioritas pengiriman ke SPBU dengan kebutuhan tinggi, serta menjalin koordinasi bersama pemerintah daerah, Hiswana Migas, dan aparat penegak hukum.
“Kami telah memaksimalkan peran marshal di SPBU untuk membantu pengaturan antrean, berkoordinasi dengan Integrated Terminal Kendari dalam menentukan prioritas pengiriman ke SPBU dengan kebutuhan tinggi, serta menjalin koordinasi bersama pemerintah daerah, Hiswana Migas, dan aparat penegak hukum guna mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” ujar Lilik.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan.
Masyarakat juga diminta memanfaatkan produk BBM sesuai spesifikasi kendaraan, sementara Pertamina memastikan pasokan energi di Kota Kendari tetap aman dan terus dipantau secara intensif. (redaksi)
