Kendari – Sebanyak 162 orang ahli waris yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan Putra-Putri dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) Sulawesi Tenggara melakukan aksi damai di kawasan perusahaan pertambangan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) Morosi Kabupaten Konawe, Sultra pada Minggu (19/04/2026) yang lahannya dikuasi perusahaan asing itu.

“Kami melakukan aksi damai di kawasan PT.OSS ini sekaligus meminta keadilan pada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar lahan pemberian dari pemerintah Kabupaten Konawe sejak tahun 1994 dikembalikan ke kami sebagai ahli waris,” kata Ketua aksi damai Nur Ramadhna Kando,SH,MH, salah satu ahli waris (anak Purnawirawan-red) kepada sejumlah awak media di Kendari, Senin.

Ketua aksi damai Putra-Putri Purnawirawan yang juga Advokat di Kendari, Nur Ramadhan Kando, SH,MH. (Antara/HO-Ist)
Selain surat permohonan keadilan kami kepada Kepala Negara, juga mengharapkan bapak Panglima TNI, Kapolri serta Pangdam, Kapolda Sultra dan Danrem 143/HO untuk bisa memediasi terkait penyerobotan lahan yang sudah berlangsung lama itu.
Aksi damai para ahli waris yang sempat mendapat pengawalan dari aparat TNI dan Polres Konawe, membawa spanduk dan panplet bertuliskan meminta kepada Bapak Presiden Prabowo, untuk pembebasan lahan yang telah diserobot dan dikuasi PT.OSS dan PT.Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) sejak tahun 2014.

Bahkan kata Dadan, sapaan Nur Ramadhan, selain 162 ahli waris yang telah memiliki dan mengantongi legalitas dari pemerintah yakni Surat Izin Pengolahan Tanah (SIPT) yang di di keluarkan bapak Drs.Muhammad Nur Sinapoi sebagai Camat Lasolo pada tahun 1995.

“Jadi jumlah keseluruhan lahan Pepabri yang diberikan Pemkab Konawe saat itu seluas 400-an hektare lebih dari 240 anggota Pepabri.

Pembagian lahan anggota Pepabri sesuai surat Bupati KDH TK-II Kendari nomor: 590/605 tanggal 10 Maret 1981 dengan Bupati/Sekertaris Wilayah/Dati II saat itu Drs.H Anas Bunggasi,” ujar Dadan.

Nur Ramadhan yang juga salah satu advokat di Kota Kendari mengatakan, aksi damai yang dilakukan di kawasan perusahaan PT OSS dan PT.Virtu sebagai bentuk aksi spontan, tidak rusuh dari anak-anak Purnawirana TNI Polri yang ada di Kota Kendari dan kabupaten Konawe.

“Aksi damai yang teman-teman lakukan ini adalah murni, untuk menyampaikan aspirasi, tuntutan dan protes atas yang dilakukan pihak perusahaan yang jelas-jelas telah menyerobot di kawasan milik orang tua kami,” ujarnya.

Untuk diketahui, sejalan perkembangan daerah, lahan yang semula menjadi areal persawahaa warga setempat itu kini terletak di Desa Tondowatu kabupaten Konawe dan Desa Tondowatu dan Desa Sama Subur di kabupaten Konawe Utara, telah berdiri bangunan pabrik dan bangunan lainnya oleh perusahaan PT VDNI dan PT.OSS (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *