Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengumpul sampah setiap hari Jumat untuk dimasukkan ke dalam Bank Sampah guna mewujudkan kota yang bersih.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Amir Hasan di Kendari, Jumat, mengatakan langkah menjaga kebersihan daerah tersebut dilakukan melalui kegiatan kerja bakti (kurve) dan penyerahan sampah anorganik di lingkungan Kantor Balai Kota Kendari.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Wali Kota Kendari tentang Gerakan ASN Membawa, Memilah, dan Menyerahkan Sampah Anorganik. Seluruh ASN diwajibkan menyerahkan sampah setiap hari Jumat pada jam kerja,” kata Amir Hasan.
Ia menjelaskan gerakan tersebut kini telah memasuki pekan kedua setelah melalui proses evaluasi. Pemkot Kendari memfokuskan pengumpulan pada sampah plastik karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Dengan keterlibatan sekitar 7.000 hingga 10.000 pegawai, Amir optimistis gerakan massal ini akan memberikan dampak signifikan dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih dan asri jika dijalankan secara konsisten.
“Kami yakin dan optimis dengan 7.000 sampai 10.000 pegawai yang mengumpulkan sampah setiap hari, Kota Kendari betul-betul pasti bersih,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran gerakan ini, Pemkot Kendari menyiagakan petugas Bank Sampah di lokasi untuk menerima dan menimbang setoran sampah dari para pegawai. Petugas disiagakan tidak hanya pada hari Jumat, tetapi juga hari lain untuk memberikan pelayanan maksimal.
Amir menambahkan gerakan memilah sampah ini tidak hanya berfokus pada estetika kebersihan kota, tetapi juga memberikan manfaat ganda secara finansial bagi para pegawai maupun masyarakat.
“Ini punya nilai ekonomis, jadi ada dampak ganda. Kotanya bersih, kita juga dapat uang,” ucap Amir Hasan.
Melalui instruksi ini, Pemkot Kendari berharap budaya memilah dan mengumpulkan sampah dapat terbangun di lingkungan ASN, mulai dari area perkantoran hingga diterapkan di rumah tangga masing-masing (redaksi)
